Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Donasi ACT Dibisniskan Dulu hingga Transfer ke Negara Terafiliasi Teroris, Fakta Mengejutkan

Donasi ACT Dibisniskan Dulu hingga Transfer ke Negara Terafiliasi Teroris, Fakta Mengejutkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) beber fakta mengejutkan perihal donasi ACT. Uang dibisniskan terlebih dahulu, serta tingginya aktifitas transaksi ke negara terafiliasi teroris.

PPATK menghentikan sementara 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat TanggapCT). Rekening itu terdapat di 33 penyedia jasa keuangan.

“Per hari ini PPATK menghentikan sementara transaksi atas 60 rekening atas nama entitas yayasan tadi di 33 penyedia jasa keuangan. Jadi ada di 33 penyedia jasa keuangan sudah kami hentikan,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers, dikutip Kamis (07/07/22).

Hal ini buntut dari Yayasan ACT yang sedang jadi sorotan karena dituding tilap dana sumbangan. Kementerian Sosial juga sudah mencabut izin pengumpulan uang dan barang (PUB).

Ivan menyebut pihaknya telah melakukan analisis terkait Yayasan ACT sejak 2018-2019 sesuai kewenangan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 50 Tahun 2011. Aktivitas dana masuk dan dana keluar atas entitas tersebut nilainya mencapai hingga triliunan per tahun.

“Jadi dana masuk dana keluar per tahun itu perputarannya sekitar Rp 1 triliun, jadi bisa dibayangkan itu memang banyak,” ujarnya.

Daftar 3 Fakta Perputaran Duit ACT:

1. Uang Donasi ACT ‘Diputar’ Dulu

PPATK menduga dana yang dikelola Yayasan ACT bersifat business to business. Jadi dana yang dihimpun tidak langsung disalurkan ke pihak yang membutuhkan, melainkan dikelola dalam bisnis terlebih dahulu.

“Ada transaksi memang yang kita lihat itu dilakukan secara masif tapi terkait dengan entitas yang dimiliki oleh si pengurus tadi. Jadi kita menduga ini merupakan transaksi yang dikelola dari business to business, jadi tidak murni penerima menghimpun dana kemudian disalurkan, tapi kemudian dikelola dulu dalam bisnis tertentu,” tutur Ivan.

Dari dana yang dikelola itu, kata Ivan, Yayasan ACT mendapat keuntungan. “Di situ tentunya ada revenue, ada kentungan dan ini PPATK terus melakukan penelitian,” ujarnya.

2. Dana ACT Mengalir ke Luar Negeri

PPATK mengungkap ada transaksi yang dilakukan Yayasan ACT ke sejumlah negara. Ada 10 negara paling besar menerima dana masuk maupun keluar.

“Berdasarkan periode laporan 2014 sampai 2022 terkait entitas yang kita diskusikan ini PPATK melihat ada sekitar 10 negara yang paling besar terkait incoming nerima maupun keluar,” kata Ivan.

PPATK mendeteksi selama periode tersebut ada 2.000 kali pemasukan dari entitas asing ke ACT senilai lebih dari Rp 64 miliar. Di sisi lain, ada juga dana keluar yang diterima negara tersebut senilai Rp 52 miliar.

Ada lebih dari 2.000 kali pemasukan dari entitas asing kepada yayasan ini angkanya di atas Rp 64 miliar. Ada dana keluar tentunya dari entitas ini ke luar negeri itu lebih dari 450 kali, angkanya Rp 52 miliar sekian. Jadi memang kegiatan dari entitas yayasan ini ada terkait dengan aktivitas di luar negeri,” tuturnya.

Ivan menjelaskan 10 negara yang dimaksud adalah Jepang, Turki, Inggris, Malaysia, Singapura, Amerika, Jerman, Hong Kong, Australia, hingga Belanda. Ada potongan yang dilakukan dalam transaksi.

“Kepada pihak-pihak tertentu dipotong nilainya paling rendah itu Rp 700 juta ke atas itu kita melihat ada 16 entitas di dalam negeri, individu maupun lembaga asing yang menerima dana dan teraliri atau pihak terafiliasi. Kemudian 10 negara terbesar yang terafiliasi dana keluar antara lain itu adalah Turki, China, Palestina, dan beberapa negara lain, itu yang paling besar,” imbuhnya.

3. Karyawan ACT Transfer Duit ke Luar Negeri

Selain transaksi dilakukan atas nama yayasan, PPATK melihat ada beberapa karyawan mulai dari level admin hingga staf akuntan ACT secara sendiri-sendiri melakukan transaksi ke beberapa negara. Kepentingannya apa, masih diteliti lebih lanjut.

Ivan menjelaskan salah satu pengurus ACT pernah mengirim dana hampir Rp 500 juta ke beberapa negara pada periode 2018-2019. “Seperti ke Turki, Kazakhstan, Bosnia, Albania dan India. Beberapa transaksi dilakukan secara individual oleh para pengurus,” sebutnya.

Ivan juga mengatakan selama dua periode tersebut salah satu karyawan ACT melakukan transaksi dengan nominal mencapai Rp 1,7 miliar. Dana itu dikirim ke negara-negara berisiko tinggi.

“Pengiriman dana ke negara berisiko tinggi dalam hal pendanaan terorisme seperti beberapa negara yang ada di sini. Serta 17 kali transaksi dengan nominal Rp1,7 miliar antara Rp10 juta sampai Rp 552 juta. Jadi kita melihat masing-masing juga melakukan kegiatan sendiri-sendiri ke beberapa negara,” pungkasnyanya.(ist)

Editor : Kar

 

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PASUTRI Positif DBD di Pekanbaru, Tanggapan Dinkes Mengejutkan!

    PASUTRI Positif DBD di Pekanbaru, Tanggapan Dinkes Mengejutkan!

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dua warga merupakan pasutri positif DBD di Kelurahan Air Dingin, Bukit Raya Pekanbaru. Jawaban Dinkes setempat mencengangkan dan berkilah belum dapat data.. Selain itu, hingga kini tempat tinggal pasutri positif DBD tersebut tak kunjung dilakukan tindakan fogging oleh Dinkes maupun Puskesmas setempat. Pasutri positif DBD tersebut diketahui berinisial D, tinggal di Jalan […]

  • SEORANG Bayi, Kebakaran Ruko di Batsol Renggut Empat Nyawa

    SEORANG Bayi, Kebakaran Ruko di Batsol Renggut Empat Nyawa

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BATSOL, detak24com – Peristiwa kebakaran ruko di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan (Batsol), Bengkalis renggut empat nyawa. Informasi dirangkum, Ahad (02/06/24), kebakaran ruko terjadi pada Sabtu (01/06/24) sekitar pukul 09.10 WIB. Kedua ruko tersebut adalah Toko New Amazone dan Toko Glory diketahui milik Ahuiu. Belum diketahui pasti penyebab musibah ini, […]

  • Profesor ITS Ciptakan BBM RON Tinggi dari Limbah Plastik 

    Profesor ITS Ciptakan BBM RON Tinggi dari Limbah Plastik 

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SURABAYA, detak24com – Profesor ITS, Prof Dr Hendro Juwono MSi ciptakan BBM RON tinggi dari olahan limbah plastik dan biomassa. Guru Besar ke-212 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu kembangkan inovasi pemanfaatan limbah plastik dan biomassa menjadi bahan bakar alternatif atau biofuel. “Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan sekaligus energi,” kata Prof […]

  • HM WARDAN Daftar Caleg, Sembilan Nama Diusulkan Jadi Pj Bupati Inhil

    HM WARDAN Daftar Caleg, Sembilan Nama Diusulkan Jadi Pj Bupati Inhil

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Selain Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Inhil HM Wardan juga maju pada Pileg 2024 mendatang. Pemprov Riau juga telah menerima surat tembusan usulan nama Pj Bupati Inhil dari Kemendagri RI. Surat usulan Pj Bupati Inhil itu bersamaan dengan usulan 13 Pj kepala daerah beberapa provinsi di Indonesia. Di mana dari surat yang ditandatangani […]

  • KISRUH BUPATI MERANTI, Sejumlah Kades Temui Gubri – Minta tetap Perhatikan Desa

    KISRUH BUPATI MERANTI, Sejumlah Kades Temui Gubri – Minta tetap Perhatikan Desa

    • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    MERANTI, detak24.com – Sejumlah Kades dari Kabupaten Kepulauan Meranti menemui Gubernur Riau Syamsuar. Kedatangan mereka meminta agar Gubri tetap memperhatikan desa di kabupaten termuda itu. “Selama ini komunikasi kami dengan pak Gubernur sangat baik. Kami bisa langsung berbicara dengan bapak, kapanpun. Kami Tidak ingin kejadian ini, (perseteruan Bupati Meranti dan Gubri) mempengaruhi hubungan baik kami,” […]

  • Tiga Kali Jadi Pimpinan, Ini Jenjang Karier Ketua PN Dumai Maulia Martwenty Ine SH MH

    Tiga Kali Jadi Pimpinan, Ini Jenjang Karier Ketua PN Dumai Maulia Martwenty Ine SH MH

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Maulia Martwenty Ine resmi jabat Ketua PN Dumai usai pelantikan di Pengadilan Tinggi Riau, Kamis (12/05/25). Ibu hakim kelahiran 1976 silam itu menggantikan Efendi SH MH yang dapat promosi jadi Wakil Ketua PN Jakarta Pusat. Sementara, Maulia Martwenty Ine sebelumnya menjabat Wakil Ketua PN Dumai. “Pak Efendi sudah berangkat ke Jakarta tadi. […]

expand_less