Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Ngeri! Kemaluan Bocah Terpotong Saat Sunatan di Pelalawan, Begini Kejadiannya 

Ngeri! Kemaluan Bocah Terpotong Saat Sunatan di Pelalawan, Begini Kejadiannya 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELALAWAN, detak24com – Seorang bidan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, berinisial EV, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan malapraktik setelah kepala kemaluan seorang bocah yang disunatnya terpotong.

“Bidan EV telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan salah sunat,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP I Gede Yoga Eka Pranata, Jumat (21/11/25).

Kasat menjelaskan, bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memastikan adanya unsur kelalaian dalam tindakan sunat yang dilakukan EV pada Juni 2025 lalu.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa sejumlah pihak, mulai dari pelapor, terlapor, tenaga medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, hingga saksi ahli.

“Setelah perkara naik ke tahap penyidikan dan melalui gelar perkara, EV resmi kita tetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Atas perbuatannya, EV disangkakan melanggar Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain sakit atau luka, serta ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya telah melayangkan panggilan pertama kepada EV untuk diperiksa sebagai tersangka, namun ia mangkir. Penyidik akan melayangkan panggilan kedua.

Korban dalam kasus ini adalah bocah berusia 9 tahun berinisial AS. Ia mengalami luka serius setelah kepala kemaluannya terpotong saat menjalani proses sunat oleh bidan EV.

Peristiwa itu berawal ketika AS disunat di tempat praktik EV, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Saat itu, proses sunat disebut berlangsung lancar. Setelah tindakan selesai, alat kelamin AS dibalut perban dan ia diperbolehkan pulang bersama orangtuanya.

Beberapa hari kemudian, kondisi sebenarnya terungkap. AS mengeluhkan rasa sakit ketika buang air kecil disertai pendarahan. Saat orangtuanya membuka perban, mereka terkejut mendapati bahwa kepala penis sang anak telah terpotong.

Kasus ini sempat diupayakan untuk dimediasi. Namun, pertemuan antara keluarga korban dan bidan EV tidak menghasilkan kesepakatan.

Akibat penanganan awal yang lambat, keluarga korban harus menanggung sendiri biaya pengobatan ketika membawa AS ke rumah sakit di Pekanbaru. Setelah kasus mencuat, barulah Dinas Kesehatan turun tangan mendampingi korban.

Tidak puas dengan penanganan dan kondisi AS yang mengalami cedera permanen, keluarga kemudian memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Pelalawan, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempena HUT Riau, Kepala Rutan Dumai Ajak Pegawai Cinta Budaya Melayu 

    Sempena HUT Riau, Kepala Rutan Dumai Ajak Pegawai Cinta Budaya Melayu 

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Kepala Rutan Kelas IIB Dumai Enang Iskandi, mengajak segenap staf dan jajaran untuk mencintai budaya Melayu yang diwariskan para pendahulu. Hal itu dikatakan saat memimpin apel pagi, Senin (03/08/26). Kepala Rutan dan bersama staf dan pegawai dalam upacara tersebut juga mengenakan pakaian adat Melayu. Menurut Kepala Rutan Dumai Kelas IIB Enang Iskandi, […]

  • PENGUNGSI Afghanistan Lahirkan Bayi di RSUD Pekanbaru, Kemenkum-HAM Langsung Data

    PENGUNGSI Afghanistan Lahirkan Bayi di RSUD Pekanbaru, Kemenkum-HAM Langsung Data

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang pengungsi Afghanistan yang ditampung pada Wisma Orchid Pekanbaru, melahirkan bayi. Proses persalinannya berlangsung di RSUD Arifin Achmad Kelahiran bayi pengungsi itu langsung didata oleh Petugas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) langsung mendata. Pendataan dilakukan langsung oleh petugas Rumah Detensi Imigtasi (Rudenim) Pekanbaru, Selasa (07/02/23). Tiga orang petugas langsung turun […]

  • Ditangkap Polisi, Emak-emak Warga Kandis Babat Hutan Suaka Margasatwa Giam 13 Hektare

    Ditangkap Polisi, Emak-emak Warga Kandis Babat Hutan Suaka Margasatwa Giam 13 Hektare

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang emak-emak warga Desa Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Siak meringkuk di penjara gegara membabat hutan Suaka Margasatwa Giam seluas 13 hektare untuk perkebunan sawit. Polda Riau menangkap pelaku perambahan hutan konservasi berinisial GRS alias Gordon. Perempuan berusia 55 tahun itu membabat 13 hektare hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Tindakan itu dilakukan GRS […]

  • SAMBUT RAMADAN, Klub Voli RT 016 Telukbinjai Gelar ‘Poci-poci III’

    SAMBUT RAMADAN, Klub Voli RT 016 Telukbinjai Gelar ‘Poci-poci III’

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    TELUKBINJAI, detak24 com – Bertempat di lapangan Jalan Perjuangan, klub voli  RT 16  Kelurahan Telukbinjai Dumai Timur menggelar turnamen Poci-poci III. Kegiatan ini sekaligus sempena menyambut Ramadan. Turnamen dibuka digelar selama 14  diikuti oleh oleh 12 tim  dari kota Dumai, dibuka Ketua LPMK Telukbinjai, Hamdinasri. Dihadiri Ketua RT 19 Johan Harahap serta segenap pemuka masyarakat […]

  • Duh! Pesawat TNI-AU Pecah Ban di Lanud Pekanbaru

    Duh! Pesawat TNI-AU Pecah Ban di Lanud Pekanbaru

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Tim investigasi TNI AU, dalam hal ini Lanud Roesmin Nurjadin  Pekanbaru, masih melakukan penyelidikan insiden pecah ban yang dialami pesawat Hawk 100/200, di runway Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, pada Senin (22/08/22). Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Sus M Zukri mengatakan, pesawat Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru mengalami pecah ban […]

  • Nyaris Dihakimi Massa, Pak Kades dan Buk Bidan Bermesum di Masjid Desa Koto Gunung Kuansing 

    Nyaris Dihakimi Massa, Pak Kades dan Buk Bidan Bermesum di Masjid Desa Koto Gunung Kuansing 

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Warga Kuansing gempar dengan adanya mobil bergoyang di halaman masjid. Saat digerebek, ternyata ada pak Kades dan buk bidan yang lagi berbuat mesum. Peristiwa itu terjadi di Desa Koto Gunung, Kecamatan Gunungtoar pada Jumat (11//04/25) petang. Keduanya nyaris dihakimi massa sebelum diarak ke kantor desa setempat. Dari informasi yang dirangkum, warga melihat […]

expand_less