JAKARTA, detak24com – Potongan video anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Demokrat, Herman Khaeron terima amplop saat rapat kerja dengan Pertamina, viral di medsos.
Informasi dirangkum, Jumat (14/03/25), peristiwa itu terjadi saat anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menyampaikan pertanyaan ke direksi Pertamina dalam rapat kerja pada Selasa, 11 Maret 2025 tersebut.
Herman tampak mengenakan baju batik berwarna kuning. Saat itu, Herman yang duduk di samping Darmadi tampak menandatangani sebuah dokumen dan mengambil amplop di balik dokumen tersebut. Amplop itu kemudian disimpannya di bawah meja.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkap amplop coklat yang diterima rekannya, Herman Khaeron saat rapat kerja dengan PT Pertamina (Persero) pada Selasa (12/3), adalah resmi.
Dia menjelaskan amplop tersebut berisi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) yang merupakan hak setiap anggota DPR ketika selesai melakukan perjalanan dinas.
“Tadi dalam rapat, saya sudah menjelaskan secara live tadi bahwa video itu dibangun dengan narasi hoax dan fitnah karena pak Herman Khaeron itu menandatangani SPPD beliau,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI yang ditayangkan dalam Youtube CNN Indonesia, Rabu (13/03).
Menurutnya, Herman memang belum menerima uang SPPD nya ketikan melakukan perjalanan dinas minggu lalu. Sekretariat pun berinisiatif memberikan saat rapat.
Kebetulan ada kunjungan kerja minggu lalu, di mana SPPD pak Herman Khaeron belum beliau terima sehingga pihak sekretariat komisi VI menyerahkan dokumen untuk beliau tandatangan dan uang perjalanan beliau ambil,” terangnya.
Andre memastikan uang yang diterima Herman sah atas kegiatan perjalanan dinas yang dijalankan. Tak benar bahwa amplop tersebut hasil korupsi.
“Jadi itu amplop resmi uang perjalanan pak Herman Khaeron dalam kunjungan kerja minggu lalu. Namanya SPPD, tadi kita sudah jelaskan dan untuk itu kita imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan mau terpancing, terprovokasi dengan narasi-narasi hoax,” pungkasnya dikutip detak24com dari cnnindonesia. (*)
Editor : Kar