Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Gegara Lapak Jualan, Pedagang Duel Maut di Pekanbaru 

Gegara Lapak Jualan, Pedagang Duel Maut di Pekanbaru 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Polisi tetapkan tersangka pengeroyokan yang menewaskan penjual kopi Omson Saut Halomoan Simatupang alias Tupang (42).

Kedua tersangka yakni penjual bakso Kusumah Wahyudianto (33) dan adik sepupunya Candra (25). Tersangka dan korban merupakan pedagang kaki lima di trotoar Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Informasi dirangkum Sabtu (18/01/25), penjual kopi itu menghembuskan napas terakhir setelah duel dengan kedua tersangka di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Selasa malam (14/01/25).

“Tersangka dua orang, KW dan Ca,” ujar Kapolsek Bukit Raya, Kompol Syafnil, Sabtu (18/01/25).

Kapolsek mengatakan, Kusumah telah dilakukan penahanan. Namun dia dibantarkan karena harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru karena luka yang diderita.

Selama dibantar, polisi melakukan penjagaan ketat terhadap Kusumah. “Petugas melakukan penjagaan di rumah sakit,” kata Syafnil.

Sementara, untuk Candra masih dalam pencarian aparat kepolisian. Dia kabur setelah menikam Simatupang dengan pisau. “Masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pengeroyokan dipicu masalah lapak jualan di trotoar Jalan Sudirman, tempat korban dan tersangka menjajakan dagangannya.

Berawal ketika Sumatupang tidak terima kalau Kusumah berjualan terlalu ke depan. Terjadi keributan. “Korban menampar KW,” ungkap Syafnil.

Tidak terima, Kusumah mengambil kayu broti dan menghantamkannya ke punggung Simatupang. Perkelahian pun tak terhindarkan.

Emosi Simatupang makin memuncak. Korban mengejar Kusumah menggunakan pisau dan menikam bagian pinggang dan lengan kiri Kusumah.

Candra yang bekerja sebagai karyawan Simatupang, tidak terima dan datang membantu Kusumah. Mereka mengeroyok Kusuma hingga akhirnya korban ditikam menggunakan pisau yang dibawa Candra.

“Ca dan KW masih punya hubungan famili, masih saudara sepupu, tapi Ca anak buah korban. Terjadi pengeroyokan, Ca menusuk korban,” jelas Kapolsek.

Simatupang yang berlumuran darah ambruk di lokasi kejadian. Korban kemudian dilarikan ke IGD Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapat perawatan medis.

Simatupang mengalami lima luka tusukan di bagian kepala, leher, dagu, samping dada, dan punggung sedangkan Kusumah mengalami dua luka tusukan di bagian pinggul belakang dan lengan kiri. 

“Kondisi korban Simatulang saat itu sangat kritis. Korban sempat mendapatkan perawatan medis tapi nyawanya tidak tertolong, ” tutur Syafnil.

Akibat perbuatan itu, Kusumah dijerat dengan Pasal 351 KUHP. Sementara Candra masih dalam proses pencarian aparat kepolisian.

Untuk barang bukti, polisi telah mengamankan tas selempang hitam, handphone merk Oppo, dan pisau korban dan sarung pisau yang digunakan Candra, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bising hingga Dinihari, Warga Tabekgodang Pekanbaru Geruduk THM H2

    Bising hingga Dinihari, Warga Tabekgodang Pekanbaru Geruduk THM H2

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Puluhan warga RW 02 Kelurahan Tabekgodang, menggelar aksi damai di halaman tempat hiburan malam (THM) Heaven Two (H2) Komplek Panam Center, Pekanbaru, Sabtu (27/09/25). Mereka mengaku resah dengan aktivitas H2 yang acap menimbulkan kebisingan hingga dinihari, dan meminta H2 untuk ditutup permanen. Tak hanya itu, massa juga menolak rencana perayaan ulang tahun […]

  • VIRAL Rohil : Kasus Wakil Bupati Rokan Hilir Ngamar hanya ASN Dinonaktifkan, Netizen: Bupati Zalim Banget!

    VIRAL Rohil : Kasus Wakil Bupati Rokan Hilir Ngamar hanya ASN Dinonaktifkan, Netizen: Bupati Zalim Banget!

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Netizen ramai-ramai mengomentari kebijakan Bupati Afrizal Sintong terkait sanksi nonjob DRS, Aparatur Sipil Negara (ASN) Bapenda Rohil yang digerebek ngamar bareng Wakil Bupati Rokan Hilir. Kebijakan yang diambil Bupati Rohil, Afrizal Sintong itu disayangkan netizen sebagai kebijakan yang berat sebelah. Diketahui, Bupati Rohil menonaktifkan DRS sebagai jawaban atas pertanyaan publik terkait langkah […]

  • JEMBATAN Bengkalis-Pakning Diusulkan Masuk Proyek Strategis Nasional

    JEMBATAN Bengkalis-Pakning Diusulkan Masuk Proyek Strategis Nasional

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Selain diminati investor China, Jembatan Bengkalis-Pakning juga diusulkan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Pj Gubri SF Hariyanto mengatakan, sebelum jembatan tersebut dibangun investor China, pihaknya akan mengurus izin ke pemerintah pusat, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Perizinan itu dimaksudkan agar mega proyek tersebut bisa masuk Proyek Strategis Nasional. “Kami berharap jembatan ini […]

  • KASIHANI SAYA! Rafael Alun Trisambodo Diperiksa KPK Selama 8,5 Jam

    KASIHANI SAYA! Rafael Alun Trisambodo Diperiksa KPK Selama 8,5 Jam

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Rafael Alun Trisambodo memohon belas kasihan usai diperiksa KPK  terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya senilai Rp 56 miliar. Total Rafael Alun Trisambodo diperiksa KPK selama 8,5 jam, Rabu (01/03/23). Ia mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB. Dia lalu keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.40 WIB petang. “Saya […]

  • APES! Pria Ini Tertangkap Gegara Curi Lempengan Besi Becak

    APES! Pria Ini Tertangkap Gegara Curi Lempengan Besi Becak

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Warga Pekanbaru inisial HF (37) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian, karena mencuri lempengan besi becak di Jalan Pesantren. Namun, di balik kasus pencurian tersebut, HF mengaku kalau aksi itu terpaksa dilakukannya demi menghidupi anak dan istri. Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Iptu Dodi Vivino, Senin (19/12/22),  menerangkan aksi tersebut dilakukan HF pada […]

  • Jangan Bunuh Demokrasi dengan Isu IKN

    Jangan Bunuh Demokrasi dengan Isu IKN

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Jakarta, detak24.com — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Irwan meminta pemerintah tidak membunuh demokrasi dengan isu pemindahan ibukota negara (IKN) dari Jakarta ke kota di Kalimantan Timur (Kaltim). Ia mengingatkan, penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) dan pemindahan IKN merupakan dua hal yang berbeda. “Tidak berhubungan sama sekali. Jangan bunuh demokrasi dengan isu IKN,” kata Irwan, […]

expand_less