Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Jaringan Sulthan Malaysia, Oknum Polisi Sumsel Diduga Beking Narkoba di Riau 

Jaringan Sulthan Malaysia, Oknum Polisi Sumsel Diduga Beking Narkoba di Riau 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Briptu Apriadi Wahyudi (AW), oknum polisi Polres Musi Rawas Utara, yang ditangkap dalam kasus narkoba di Riau jaringan Sulthan Malaysia, dijemput Propam Polda Sumsel.

Dia dijemput setelah tak masuk kerja selama 6 bulan, serta positif narkoba.
Penjemputan dilakukan langsung Propam Polda Sumsel  ke Polda Riau. Wahyudi dijemput untuk menjalani proses hukum terkait kasus yang menjeratnya.

“Briptu AW dijemput Propam Polda Sumatera Selatan. Penjemputan ini terkait disersi dan positif menggunakan narkoba, kasus akan ditangani di sana,” ujar Direktur Narkoba Polda Riau, Kombes Manang Soebeti di Pekanbaru dirilis, Ahad (22/09/24).

Manang menyebut Briptu Wahyudi dibekuk terkait peredaran 30 Kg sabu dan 11 ribu pil ekstasi. Namun saat Wahyudi ditangkap di Lubuklinggau, dia mengantarkan BFI untuk menjemput 10 Kg sabu dan 5.000 ekstasi dari Riau.

“Kalau Briptu AW dan BFI ini ditangkap di Lubuklinggau. Jadi AW mengantarkan BFI untuk jemput barang control delivery (COD) 10 Kg sabu dan 5000 butir ekstasi. Briptu AW ini bukan ditangkap di Indragiri Hulu seperti yang beredar di media sosial,” katanya.

Penangkapan AW dan BFI di Lubuklinggau dipastikan adalah rangkaian penangkapan di Indragiri Hulu. Dari sana, tim berangkat menuju ke Lubuklinggau karena BFI diduga menunggu paket yang telah dipesan lewat bandar dengan julukan ‘Sultan Malaysia’.

“Keterangan BFI memang si Briptu AW ini tidak tahu kalau mereka mau menjemput narkoba. Jadi, BFI ini hanya minta antarkan saja sama AW,” katanya.

Jika kemudian dalam perjalanan kasus Wahyudi terlibat, Polda Riau memastikan akan turun menjemput. Di mana Wahyudi saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Status untuk kasus peredaran narkoba masih sebagai saksi. Jika nanti nanti terbukti ya kita jemput lagi karena tim masih bekerja,” kata Manang.

Diketahui, Polda Riau mengungkap kasus narkoba jaringan ‘Sultan Malaysia’. Kasus itu terungkap pekan lalu dan Polda Riau berhasil mengamankan total 30 Kg sabu serta 11 ribu ekstasi.

Dalam kesempatan itu, polisi menangkap tujuh orang jaringan Riau-Malaysia di 4 lokasi berbeda. Salah satunya adalah Briptu Wahyudi yang belakangan sudah tak masuk kantor selama 6 bulan. (Rls)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Margono Plt Jampidsus 

    Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Margono Plt Jampidsus 

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Jaksa Agung ST Burhanuddin, menunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus setelah Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya. “Menindaklanjuti pengunduran diri Febrie Adriansyah, Bapak Jaksa Agung telah menunjuk Rudi Margono yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk melaksanakan tugas sebagai Plt jampidsus,” ujar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, dalam keterangannya, Sabtu […]

  • Mak Jang! Harga Minyakita di Pekanbaru Tembus Rp 18 Ribu per Liter, Pedagang Siap-siap Kena Sanksi 

    Mak Jang! Harga Minyakita di Pekanbaru Tembus Rp 18 Ribu per Liter, Pedagang Siap-siap Kena Sanksi 

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di sejumlah titik wilayah Pekanbaru terpantau dijual Rp 18.000 per liter. Angka ini melampaui HET ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter. Kenaikan hampir Rp 3.000 per liter tersebut memicu pengawasan ketat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru bersama Tim Saber Pelanggaran Harga. Kadisperindag Kota […]

  • Jambret Uang Lebaran Anak Yatim Pekanbaru Terciduk di Sumbar

    Jambret Uang Lebaran Anak Yatim Pekanbaru Terciduk di Sumbar

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang jambret uang dua anak yatim Pekanbaru diringkus di Sumbar. Aksi pelaku sempat viral, karena santunan itu untuk kebutuhan lebaran korban. Pelarian pelaku penjambretan yang merampas uang santunan milik dua anak yatim berakhir. Setelah sempat kabur ke luar daerah, pelaku berhasil diringkus. Tim Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap pelaku berinisial MT (23) di […]

  • GEGER! Nelayan Pelalawan Temukan Mayat Mengapung, Tangan Terikat ke Belakang

    GEGER! Nelayan Pelalawan Temukan Mayat Mengapung, Tangan Terikat ke Belakang

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PELALAWAN, detak24.com – Warga Pelalawan dihebohkan dengan penemuan mayat dengan kondisi tangan terikat di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kamis (22/12/22) pagi.       Menurut seorang warga, kondisi mayat saat ditemukan dengan posisi tertelungkup di bawah ranting pohon dengan tangan terikat ke belakang. Menggunakan baju kaos belang hitam putih dan memakai celana jeans. Diduga mayat […]

  • PENYEBAR Video Bokep Rebecca Klopper Dapat Cuan Puluhan Juta Perbulan

    PENYEBAR Video Bokep Rebecca Klopper Dapat Cuan Puluhan Juta Perbulan

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    TERSANGKA BF, penyebar video syur 11 menit mirip Rebecca Klopper ternyata acap mengunggah konten dewasa melalui akunnya di media sosial. Hal itu diungkap oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan. Menurut dia, BF juga menawarkan konten pornografi berbayar untuk para pengikutnya melalui aplikasi Telegram, termasuk video syur 11 menit […]

  • Brigadir J. F : IST

    Polisi Klaim Penyidikan Kasus Brigadir J Capai Titik Terang

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    Jakarta, detak24.com – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengklaim kasus kematian Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat sudah mencapai titik terang. Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah memeriksa kamera pengawas atau CCTV yang merekam rentetan kejadian tersebut. Hal itu juga untuk menjawab keraguan publik atas kronologi versi polisi soal kasus tersebut. “Kami masih […]

expand_less