Job Fair Dumai Idaman 2026 Buka 524 Loker 27 Perusahaan, Kadisnaker: Tak Ada Istilah Ordal
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- print Cetak

Pembukaan Job Fair Dumai Idaman 2026 di Hotel Sona View. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI , detak24.com – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker ) resmi menggelar bursa kerja bertajuk “Dumai Job Fair Idaman 2026” di Meeting Room Hotel Sona View, Jalan Pattimura, Dumai, Selasa (13/10).
Kegiatan berkolaborasi dengan 27 perusahaan. Sebelumnya seribu lebih pencari kerja telah terimput dokumen AK-1 Disnaker. Bursa kerja 2026 ini menyediakan sebanyak 524 lowongan (loker).
Pemko Dumai memastikan Dumai Job Fair Idaman 2026 berjalan transparan, terbuka bagi semua sesuai syarat, kebutuhan perusahaan, dan menegaskan tidak ada titipan dan tidak ada istilah “orang dalam”.
Wali Kota Dumai diwakili oleh staff ahli Hermanto Usman SSos MSi meresmikan kegiatan pengelolaan informasi pasar kerja sub kegiatan job fair / bursa kerja. Kegiatan berlangsung dua hari pelaksanaan, sampai Rabu (14/10).
Hermanto menyampaikan, kesempatan kerja dihadapi oleh hampir semua daerah di Indonesia. Hermanto juga mengapresiasi 27 perusahaan yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Job Fair Dumai Idaman 2026.
Keterlibatan dunia usaha, sebutnya, sangat strategis membuka peluang kerja seluas – luasnya. Iven tersebut mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan realitas kemampuan tenaga kerja, terutama lokal.
Apalagi, lanjut Hermanto, banyak naker lokal menganggur, baik lulusan SMA, SMK, D2, D1, S1 seterusnya. Karena itu, kolaborasi pihak pengguna tenaga kerja dalam rangka membuka seluas-luasnya loker sangatlah strategis.
“Kita apresiasi Dinas Tenaga Kerja yang berkolaborasi dengan pengguna tenaga kerja atas dilaksanakannya bursa kerja ini,” support Hermanto Usman.
Terhadap para mitra kerja yang ikut serta pada kesempatan ini ia berharap agar senantiasa dapat bersinergi dalam rangka membangun potensi investasi di Kota Dumai.
Walikota menekankan, perusahaan dan naker berkomitmen dengan kesepakatan persentase penyerapan naker lokal. Pencaker diajak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Job fair adalah langkah Pemerintah melayani terhadap kebutuhan lapangan kerja .Terutama bagi lulusan SMA dan perguruan tinggi yang tengah mencari pekerjaan.
Kolaborasi Pemko dengan 27 perusahaan dalam job fair membuka beragam loker. Antaranya bidang tehnik, IT, perawat, driver, jasa, migas, minyak sawit, limbah, perkebunan, dan lain sebagainya.
Kepala Disnaker Kota Dumai Muhammad Zakir mewanti-wanti praktik titip-menitip kesempatan maupun upaya menciptakan jalur khusus bagi pihak tertentu, dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Tidak ada istilah orang dalam atau titipan pihak mana pun. Pencari kerja tidak perlu khawatir, semua transparan. Silahkan berjuang, semoga ada rezeki melalui Job Fair kali ini,” tegas Kepala Disnaker Muhammad Zakir.
Job Fair Idaman 2026 merupakan bentuk kerjasama Pemerintah dengan dunia usaha guna membuka akses pekerjaan yang lebih luas, khususnya bagi para putra-putri Kota Dumai sendiri.
Berdasarkan data pengurusan kartu pencari kerja atau AK-1 di Disnaker Dumai, terdapat lebih dari 1.000 pencari kerja yang telah tercatat. Mereka mengikuti Job Fair Idaman 2026 yang dibagi tujuh sesi pelaksanaan job fair.
Dalam pada itu, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi sangat berharap semua perusahaan yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan bursa kerja 2026 ini akan semakin maju dan terus berkembang.
“Makin maju perusahaan yang berinvestasi sejalan dan seiring dengan kemajuan daerah. Tentunya kita berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan pendapatan dan manfaat luas bagi daerah,” ungkap Ketua DPRD.
Ketua DPRD menekankan semua pihak mari maju bersama. Job fair merupakan jalan untuk memberikan peluang bagi putra-putri daerah yang sangat membutuhkan lapangan pekerjaan.
Dengan terbukanya bursa kerja yang disediakan oleh berbagai perusahaan menjadi salah satu jalan untuk menekan angka sekaligus menanggulangi masalah pengangguran.
“Kami yakin dan percaya perusahaan mencari dan merekrut mereka yang memiliki kapasitas secara keilmuan. Dengan menginformasikan hal itu akan memudahkan masyarakat mendapatkan pekerjaan,” tambah Agus Miswandi.(ery)
- Penulis: Yusrizal Sikumbang















