Buntut Driver Ojol Tewas, Massa Demo Tolak Tunjangan DPR Naik Bakar 10 Mobil Polisi
Massa membakar 10 mobil di Mako Brimob Polda Metro Jaya. f : ist
JAKARTA, detak24com – Kerusuhan di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Pasar Senen, Jakarta Pusat kian memanas. Pada Jumat (29/08/25) sekitar pukul 01.30 WIB, massa merusak sejumlah mobil dan membakarnya.
Pantauan wartawan, mobil-mobil itu diparkir di seberang Mako Brimob. Awalnya, mobil-mobil itu hanya dirusak, kacanya dipecahkan oleh massa.
Baca juga : Tol Dalam Kota Lumpuh, Polisi Tangkap Ratusan Demonstran Tolak Gaji DPR Naik
Namun, sekitar pukul 01.40 WIB, tampak massa menyulut api. Dari pantauan di lokasi, ada sekitar 8 mobil yang dibakar. Semuanya berpelat sipil.
Sementara itu, kondisi di depan Mako Brimob belum kondusif. Massa sampai saat ini masih ada di lokasi, meski polisi telah berulang kali berupaya memukul mundur mereka ke arah flyover Pasar Senen.
Polisi, yang terdiri dari personel Brimob ini, berupaya mengurai massa dengan sepeda motor serta menembakkan gas air mata. Massa membalasnya dengan tembakan petasan.
Selain mobil-mobil yang dibakar, pos polisi di bawah flyover Pasar Senen juga dibakar.
Diduga, mereka adalah massa yang tak terima atas tewasnya seorang driver ojek online (ojol) yang terlindas rantis polisi, usai demo yang berujung ricuh di kawasan Pejompongan.
Ojol Tewas Dilindas Polisi
Sementara, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut telah mengamankan tujuh anggota polisi yang melindas pengemudi ojol di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Para pelaku dikonfirmasi oleh Abdul Karim sebagai anggota satuan Brimob. Abdul Karim memastikan proses penyelidikan akan berjalan transparan terhadap para pelaku di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.
“Tujuh (pelaku), pertama berpangkat Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J,” kata Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/08/25) malam WIB.
“Masih kita dalami siapa yang setir, siapa yang ini, kita dalami. Yang jelas tujuh ini ada di satu kendaraan. Kita dalami perannya masih dalam rangka pemeriksaan. Akan kita update,” imbuh dia.
Sebelumnya, seorang driver ojek online (ojol) meninggal dunia usai ditabrak mobil rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) dan video insiden tragis itu beredar luas di media sosial.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri telah membenarkan pengemudi ojek online yang tewas dilindas rantis dalam insiden di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) petang WIB.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan pernyataan terkait insiden mobil rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol dan meminta segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan, dikutip dari kumparan dan cnnindonesia. (Red)
Editor : Kar
