INFO BMKG : Gempa Maluku Terjadi 12 Kali Susulan, Sekitar 100 Rumah Rusak
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DETAK24.COM – Informasi dari BMKG, gempa Maluku terjadi 12 kali susulan, Selasa (10/01/23). Sementara, kerusakan rumah warga mencapai 100 unit.
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang Ambon mencatat 12 kali terjadi gempa susulan usai gempa 7,5 SR mengguncang Maluku, Selasa (10/1) dini hari.
“Hingga pukul 21.20 WIT terjadi dua belas kali gempa susulan di Maluku Barat Barat Daya,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro, melalui keterangan tertulis, Selasa (10/01/23).
Ia mengatakan gempa bumi susulan terjadi dengan skala terbesar berkekuatan magnitudo 5,7 dan skala terkecil berkekuatan magnitudo 3,8.
Menurutnya, kekuatan gempa bumi susulan masih terbilang kecil dan getaran guncangan pun potensi kecil dan tidak dirasakan warga.
Pusat gempa bermagnitudo 7,5 pada Selasa (10/1) pukul 00.47 WIB tersebut, terletak pada koordinat 7,37 LS dan 130,23 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 km arah Barat Laut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Daerah Dobo dan Tiakur IV MMI.
Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG pun berakhir setelah dua jam. Peringatan dini tsunami diakhiri berdasarkan proses permodelan dan pengamatan pada area yang terdampak gempa.
Kerusakan Akibat Gempa Maluku di Desa Watuwei
Dampak gempa M 7,5 di Maluku Tenggara Barat pun mengakibatkan kerusakan di sejumlah desa di Maluku Barat. Salah satu desa yang terdampak yaitu Desa Watuwei, Kecamatan Dawelor Daweya, Maluku Barat.
Dari foto yang diterima detikcom, Selasa (10/1/2023), tampak tembok rumah warga ada yang roboh. Ada beberapa foto yang juga memperlihatkan kerusakan di bagian lain.
“BNPB menerima laporan visual kerusakan rumah dan bangunan masyarakat akibat gempa M 7,5 di Maluku Barat Daya,” kata Plt Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (10/1/2023).
Dari foto-foto yang dibagikan, mayoritas bangunan yang mengalami kerusakan dampak gempa Maluku itu merupakan rumah warga. Foto itu memperlihatkan bagian tembok roboh. Ada yang roboh di sebagian sisi ataupun satu sisi.
Tak hanya di Desa Watuwei, gempa Maluku juga menyebabkan sejumlah rumah hingga sekolah di Tanimbar Selatan, Tanibar, Maluku, rusak. BNPB mencatat sejumlah rumah hingga sekolah rusak akibat gempa tersebut.
Data sementara hingga pagi ini pukul 08.13 WIB, BNPB menyebut 15 rumah warga Kepulauan Tanimbar mengalami kerusakan, dengan rincian 1 rumah rusak berat, 3 rusak sedang, dan sisanya masih dilakukan penilaian tingkat kerusakan.
Selain rumah, di Saumlaki, fasilitas pendidikan SMP Kristen Saumlaki dan SMA Negeri 1 Saumlaki, Tanimbar Selatan, mengalami kerusakan. Sedangkan dampak korban, BPBD setempat menyebutkan satu warganya luka-luka.
Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga sekitar 3 hingga 5 detik. Terjadi kepanikan saat gempa berlangsung sehingga warga keluar dari rumah.(CNN/dtc)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com














