Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Rumah Dijaga Ketat, Istri Kapolsek Lusiyanto Dilarang Temui Hotman Paris 

Rumah Dijaga Ketat, Istri Kapolsek Lusiyanto Dilarang Temui Hotman Paris 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Istri Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto dihadang di jalan saat ingin minta bantuan pengacara Hotman Paris. Selain itu, rumahnya dijaga ketat oleh aparat.

“Jadi, tadi malam ibu Kapolsek (Anumerta) dan istrinya almarhum Pak Petrus itu sudah melakukan perjalanan menuju Jakarta. Namun, di tengah perjalanan mereka dipaksa untuk kembali lagi,” ucap Tim Hukum Hotman Paris, Putri Maya Nurmanti saat konferensi pers di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/03/25).

Keduanya, dicegat di tengah jalan oleh oknum polisi dari Polsek Buay Madang.

Oknum polisi itu meminta agar istri Lusiyanto dan istri Brigadir Petrus tidak melanjutkan perjalanannya ke Jakarta untuk bertemu Hotman Paris.

Pasalnya, oknum polisi tersebut menyebut bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan datang ke Lampung pada Rabu (26/03/25).

Namun, keduanya memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Jakarta. “Tapi, lagi-lagi mereka dikejar oleh oknum anggota Polsek Waadang dan akhirnya mereka terpaksa ikut kembali ke rumah,” sambung Putri. Sampai pagi tadi, rumah kedua korban pun dijaga ketat oleh petugas polisi. Padahal sebelumnya tidak pernah ada penjagaan sama sekali.

Oleh karena itu, hanya kakak kandung dan anak Lusiyanto yang bertemu Hotman Paris hari ini di Jakarta. Keduanya, menuntut keadilan atas kematian Lusiyanto dan dua anggotanya.

Diketahui, insiden penembakan oleh dua oknum TNI kepada tiga anggota polisi saat menggerebek lokasi judi sabung ayam terjadi di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung pada Senin, 17 Maret 2025.

Tiga anggota yang gugur ditembak adalah Inspektur Satu (Iptu) Lusiyanto, Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Apriyanto, dan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta. Ketiganya diduga ditembak oleh dua oknum TNI, yaitu Peltu Lubis selaku Dansubramil Negara Batin, dan Kopka Basarsyah selaku anggota Subramil Negara Batin.  Kedua terduga pelaku sudah ditahan di Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Mako Kodim 0427/Way Kanan, dikutip detak24com dari kompas.com. (*)

Editor : Kar 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • SIMAK! Mahfud MD Bolehkan di Masjid Berpolitik, Ini Ketentuannya

    SIMAK! Mahfud MD Bolehkan di Masjid Berpolitik, Ini Ketentuannya

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    JAKARTA, detak24.com –  Menkopolhukam Mahfud MD menyebut bahwa masjid dan pesantren boleh dijadikan sebagai tempat untuk berpolitik. Menurutnya,, kedua tempat tersebut dapat dipakai sebagai sarana berpolitik secara inspiratif. Namun, bukan politik praktis yang berkaitan dengan isu Pemilu. “Mari kita bahas ini agar jangan dikatakan pesantren itu tidak boleh politik. Boleh. Di masjid tidak boleh berpolitik, […]

  • HARIMAU MENGGANAS di Inhil, Terkam Warga Saat Tidur – Korban Kritis

    HARIMAU MENGGANAS di Inhil, Terkam Warga Saat Tidur – Korban Kritis

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    INHIL, detak24.com – Konflik harimau dengan manusia kembali terjadi di kawasan perusahaan akasia di Riau. Kali ini dialami Arif, salah satu pekerja bagian penanaman PT Satria Perkasa Agung (SPA). Kendati selamat, korban mengalami luka cukup parah akibat diterkam raja hutan tersebut di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). “Kejadiannya, sekitar pukul 00.30 […]

  • Presiden Jokowi Mulai Kemas Barang, Pertegas Tolak 3 Periode

    Presiden Jokowi Mulai Kemas Barang, Pertegas Tolak 3 Periode

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta, detak24.com – Bersiap tinggalkan Istana Negara,  Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana mulai mengemasi barang. Selanjutnya dikirim ke rumah pribadi di Solo. Ini mempertegas pemimpin low frofile itu tak ingin menjabat tiga periode. Hal itu diungkapkan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. “Ya barang-barang lah. Kalau ibu sudah (berkemas) ya pasti bapak juga,” […]

  • LIMA Pekerja Toko Bintang Abadi Ujungbatu Dicokok Polisi, Kasusnya Ngeri-ngeri Sedap!

    LIMA Pekerja Toko Bintang Abadi Ujungbatu Dicokok Polisi, Kasusnya Ngeri-ngeri Sedap!

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    Rohul, detak24com – Reskrim Polsek Ujung Batu, Polres Rokan Hulu (Rohul) meringkus lima pria terduga pelaku pencurian barang-barang di toko Bintang Abadi di Jalan Garuda, Kelurahan Ujungbatu, Sabtu (12/08/23). Para pelaku yang diringkus polisi itu berinisial PR, RG, RD, MR, dan AD. Dari lima pelaku, RG merupakan karyawan toko Bintang Abadi. Kapolres Rohul AKBP Budi […]

  • Air Keruh Kendala Pencarian Eril di Hari Keempat, Dilanjutkan Hari Ini

    Air Keruh Kendala Pencarian Eril di Hari Keempat, Dilanjutkan Hari Ini

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Jakarta, detak24.com – Proses pencarian putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), yang hilang saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss, belum membuahkan hasil hingga hari keempat. Ada sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan. Dikutip dari keterangan tertulis KBRI Bern,  Senin (30/05/22), pencarian pada hari keempat Ahad (29/05/2022) dimulai pagi hari pukul 09.00 waktu setempat. […]

  • Gubri Wahid Ancam Copot Pejabat Jika Tak Setor Japrem Rp 7 Miliar 

    Gubri Wahid Ancam Copot Pejabat Jika Tak Setor Japrem Rp 7 Miliar 

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Gubri Wahid ancam copot pejabat jika tak setor japrem (jatah preman) Rp 7 miliar. Uang tersebut bakal digunakan untuk pelesiran ke luar negeri. KPK menetapkan Gubri Wahid sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan APBD. Abdul Wahid disebut mengancam bawahannya jika tak memberikan uang yang disebut ‘jatah preman’. Baca juga : Tangan Diborgol, Gubri […]

expand_less