Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Polisi Meninggal di Hiburan Malam Dream Box Gemparkan Jagat Maya, Ini Tanggapan Kapolres Dumai 

Polisi Meninggal di Hiburan Malam Dream Box Gemparkan Jagat Maya, Ini Tanggapan Kapolres Dumai 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Kapolres Dumai, AKBP Hardi Dinata membenarkan pria yang meninggal di depan hiburan malam Dream Box Cafe dan Resto merupakan anggota kepolisian. 

“Benar, pria yang ditemukan di depan Dream Box adalah anggota Polres Dumai,” ujar Hardi, Jumat (11/04/25).

Diketahui, korban bernama Bripka SS, anggota Satuan Samapta Polres Dumai. Kabar kematian korban viral di media sosial, Kamis (10/04/25) pagi.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi overdosis narkotika.

“Kami pastikan, korban meninggal bukan karena kekerasan atau overdosis narkoba,” tegasnya.

Atas peristiwa ini, Kapolres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Atas nama pribadi dan institusi Polres Dumai, saya mengucapkan turut berduka cita dan berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa korban sempat keluar malam bersama rekan-rekannya pada saat kejadian.

“Memang benar, yang bersangkutan pergi bersama rekan-rekannya malam itu,” tutur Kapolres.

Ia menambahkan, seluruh proses pemeriksaan terhadap saksi dan pihak-pihak terkait telah dilimpahkan kepada Bidang Propam Polda Riau guna pendalaman lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Subbidang Kedokteran Kepolisian Bidang Dokkes Polda Riau, AKBP Supriyanto, bersama Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal Dr dr Mohammad Tegar Indrayana, telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Bripka SS.

“Otopsi sedang dilakukan oleh Tim Kedokteran Forensik Polda Riau. Dari hasil sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun indikasi penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (NAPZA),” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah sampel tambahan telah dikirim ke laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian. “Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di Bareskrim Polri,” imbuhnya. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forkopimda Dumai Sepakat Antisipasi Lonjakan Harga, Ramadan dan Jelang Lebaran

    Forkopimda Dumai Sepakat Antisipasi Lonjakan Harga, Ramadan dan Jelang Lebaran

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    DUMAI, detak24.com – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perdana Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai Tahun 2022,di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, Kamis (7/4/2022). Tim terpadu sepakat untuk mengerem lonjakan harga. Rakor yang dipimpin langsung oleh Walikota Dumai, H Paisal SKM MARS ini membahas tentang ‘Kebutuhan Pangan Menghadapi Puasa dan Lebaran, […]

  • PINTU Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka Lagi, Padahal Musim Banjir

    PINTU Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka Lagi, Padahal Musim Banjir

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    KAMPAR, detak24com – PLTA Koto Panjang kembali menginformasikan langkah-langkah yang akan diambil mengenai situasi terkini di Waduk PLTA Koto Panjang, Senin (18/12/23). Manajer PLTA Koto Panjang Cecep Sofhan Munawar mengatakan, sejalan dengan terus meningkatnya elevasi di waduk, pihaknya merasa perlu mengambil tindakan preventif demi menjaga kestabilan situasi. “Akan dilakukan penambahan bukaan pintu pelimpah air waduk. […]

  • Gasak Calon Isteri, Warga Selatpanjang Terpaksa Nikah dalam Penjara 

    Gasak Calon Isteri, Warga Selatpanjang Terpaksa Nikah dalam Penjara 

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SELATPANJANG, detak24com – Kisah cinta OR alias Rais dan RA melalui ujian berat. Keduanya terpaksa menikah dalam penjara, karena calon suami telah menggasak pacarnya terlebih dahulu. Rais dan RA hanya dapat kesempatan sekejap menikmati momen bahagia usai melangsungkan pernikahan di Masjid Ar-Rahman, Mako Polres Kepulauan Meranti, Sabtu (10/08/24). Rais yang terjerat kasus pidana kekerasan seksual, […]

  • DIANTAR Malam Hari, Ini yang Dilakukan Muhammad Adil Saat Fitria Serahkan Fee Umroh

    DIANTAR Malam Hari, Ini yang Dilakukan Muhammad Adil Saat Fitria Serahkan Fee Umroh

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    MERANTI, detak24com – Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil meminta fee dari program perjalanan umrah gratis yang dikelola PT Tanur Muthmainah Tour (TMT). Setiap paket perjalanan, Adil meminta fee sebesar Rp 3 juta. Perjalanan umrah gratis merupakan Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti yang digagas oleh Muhammad Adil. Kegiatan tahun 2022, dilaksanakan di Bagian Kesra Setdakab […]

  • Kapal Asian Bawa Sabu 2 Kg dari Malaysia, Polisi Segel Gudang

    Kapal Asian Bawa Sabu 2 Kg dari Malaysia, Polisi Segel Gudang

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 8Komentar

    SELATPANJANG, detak24.com –  Kapal milik pengusaha lintas batas di Selatpanjang Riau, Asian membawa sabu 2 Kg dari Malaysia.  Hingga kini, polisi sedang memeriksa intensif kasus tersebut serta menyegel gudangnya. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kapal milik Asian, dan gudang ekspedisinya di Jalan Tebingtinggi, Selatpanjang, Riau Pantauan di lapangan gudang tempat bongkar muat kapal ditutup oleh […]

  • Kaki dan Mulut Dilakban, Daycare ESLC Pekanbaru Aniaya Balita 4 Tahun

    Kaki dan Mulut Dilakban, Daycare ESLC Pekanbaru Aniaya Balita 4 Tahun

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Bocah berusia empat tahun berinisial F diduga jadi korban penganiayaan di tempat penitipan anak atau daycare ESLC Pekanbaru. Kaki dan mulut korban diisolasi. Dugaan penganiyaan itu dilaporkan orang tua korban, Aya Sofia (41) ke Polresta Pekanbaru. Dia tidak terima anaknya dianiaya oleh pengasuh di daycare ESLC. “Dugaan penganiayaan di sebuah penitipan anak. […]

expand_less