22 CJH Musim Haji 2027 KBIHU Al-Haramain Dumai Jalani Manasik Bimbingan Kesehatan
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24.com – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah (KBIHU) Al Haramain Dumai kembali menggelar Manasik Haji bagi Calon Jamaah Haji (CJH) keberangkatan tahun 2027. Kegiatan ini pertemuan kedua, berlangsung lancar dan penuh khidmat di Ruang Rapat Wan Dahlan Komplek Balai Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh, Teluk Binjai, Ahad (04/10//2026).
Manasik diikuti peserta 22 CJH yang terdaftar di bawah bimbingan KBIHU Al Haramain Dumai dari Kementerian Haji. Rata-rata usia jamaah diatas 50 tahun. Mereka antusias menjalani rangkaian manasik. Materi manasik kali ini bimbingan mengenai kesehatan (istito’ah) haji, disampaikan narasumber yang juga Wakil Direktur RSUD Dumai, dr H Muhammad Hafiz Permana.
Pada kesempatan ini dr H Muhammad Hafiz Permana mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan fisik dilakukan jamaah sejak saat ini. Pentingnya menjaga kesehatan diri masing-masing jamaah supaya betul-betul lulus saat tes bidang kesehatan nantinya. Faktor kesehatan masing-masing jamaah menurut ketentuan yang ada akan sangat menentukan mengenai kelulusan berangkat ke tanah suci nanti.
Dalam pada itu, Ketua KBIHU Al Haramain Dumai H Misdiono melalui Ketua Panitia Pelaksana Manasik Haji KBIHU Al-Haramain, H.Armis Abu Bakar SH, usai pelaksanaan manasik mengatakan kegiatan hari ini mengenai kesiapan kesehatan para jamaah agar pelaksanaan ibadah hajinya nanti berjalan sesuai syariat dan manajemen pemeliharaan kesehatan.
Dalam hal ini calon jamaah haji diingatkan untuk selalu memelihara kesehatan agar mandiri dalam beribadah. Kesehatan fisik dan kesiapan mental jamaah menjadi poin yang krusial, mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang menguras energi.
“Manasik hari ini khusus tentang kesehatan haji. Yang penting calon jamaah haji mempersiapkan dirinya bagaimana jamaah sehat sebagaimana kebijakan pemerintah, bahwa istito’ah dari haji itu pertama adalah sehat. Oleh sebab itu, diawal awal ini diberikan materi tentang istito’ah haji,” terang H Armis Abu Bakar.
Pensiunan karyawan PT Pertamina RU II Dumai H Armis Abu Bakar menekankan pentingnya faktor kesehatan bagi para calon jamaah haji. Kondisi kesehatan berkaitan dengan izin atau kelulusan keberangkatan nantinya. “Kalau ada jamaah yang sakit berobat dulu. Bagi jamaah yang sakit tidak diperbolehkan berangkat haji, ” urainya.
Katanya lebih jauh, hal tersebut berlaku kepada mereka yang menderita sakit permanen seperti stroke, sakit jantung, atau darah tinggi. Demikian juga yang cuci darah juga tidak dibolehkan berangkat haji. “Jaga pola makan, pola tidur, sudah mulai banyak banyak melatih diri karena haji ini ibadah fisik. Berolahraga lah dengan banyak berjalan kaki,” ajak H Armis Abu Bakar.
Dari Kementerian Haji tahun 2026 ini KBIHU Al Haramain Dumai membimbing sebanyak 22 CJH. Faktor lainnya ada jamaah yang sakit permanen, pindah daerah, dan lainnya. Kegiatan manasik berlangsung sejak pagi hari berjalan lancar dan ditandai dialog peserta dengan pembimbing manasik.
Pertemuan sebelum ini berlangsung dengan Kementerian Haji mengenai kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan haji. H Armis Abu Bakar menambahkan, materi pertemuan selanjutnya mengenai materi haji, yaitu mengenai perjalanan, mengenai fiqih haji. Total kegiatan akan berlangsung enam kali pertemuan.(ery)
- Penulis: Yusrizal Sikumbang














