Viral! Kisah Pilu di Dumai; Bocah Yatim Piatu Korban Gizi Buruk Tewas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- print Cetak

Ihsan Ramadhan, bocah yatim piatu penderita gizi buruk di Purnama, Dumai yang dilaporkan meninggal. f : Facebook
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Duka mendalam menyelimuti warga Kota Dumai setelah berpulangnya seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun bernama Ihsan Ramadhan, yang menghembuskan napas terakhir di RSUD setempat, Selasa (13/10/26) siang.
Ihsan sebelumnya sempat menderita gizi buruk dan berbagai komplikasi penyakit selama berbulan-bulan tanpa mendapatkan penanganan medis yang layak dari pihak keluarga.
Dikutip dari laman Facebook @Ini Berita, kondisi memilukan ini baru terungkap setelah Pak RT setempat mendatangi kediaman mereka untuk mengantarkan bantuan sosial (bansos). Saat itulah Ihsan ditemukan tergeletak tak berdaya di rumah reot tempat mereka bernaung, sebuah hunian sederhana air hujan dapat masuk dari segala sisi.
“Berkat kepedulian Pak RT pula, Ihsan akhirnya dilarikan ke RSUD Dumai sehari sebelum kepergiannya,” tulis @Ini Berita dikutip detak24com, Rabu (14/10/26).
Meski demikian, kepergian almarhum Ihsan menyisakan kepedulian mendalam dari para tetangga dan warga sekitar. Salah seorang warga yang enggan memanfaatkan momen tersebut untuk mencari publisitas menegaskan bahwa aksi kemanusiaannya murni didasari rasa peduli tanpa adanya sorotan kamera.
Di balik kepergian Ihsan, masih ada keluarga yang ditinggalkan dan hidup dalam keterbatasan ekstrem. Tinggal satu atap di rumah reot tersebut adalah sang nenek yang sudah lanjut usia dan bekerja sehari-hari sebagai pemulung rongsokan, bersama dua orang abang Ihsan yang masing-masing berusia 18 tahun dan 14 tahun.
Informasi terakhir menyebut nenek renta itu juga meninggal sehari setelah cucunya berpulang.
“Kabar mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan, salah satu dari kedua abang Ihsan tersebut dilaporkan tengah menderita sakit, namun belum mendapatkan akses pengobatan yang memadai,” sambung Ini Berita.
Sebelumnya, sempat ada rencana dari warga setempat untuk menggalang donasi guna membantu kebutuhan kesehatan, pendidikan, serta renovasi tempat tinggal mereka. Namun, rencana tersebut urung dilakukan secara mandiri mengingat kendala kurang kooperatifnya pihak keluarga dalam pengelolaan bantuan.
Kendati demikian, para dermawan dan warga menyatakan siap maju dan kembali menggalang aksi solidaritas, dengan catatan ada pihak-pihak berwenang atau lembaga terkait yang bersedia mendampingi dan mengawal penyaluran bantuan serta perlindungan bagi kedua anak yatim piatu ini.
Warga dan pemerhati sosial kini mendesak pihak pemerintah setempat dan instansi terkait untuk segera turun tangan memberikan perhatian nyata. “Jangan sampai tragedi yang merenggut nyawa Ihsan kembali terulang pada kedua kakaknya yang saat ini juga membutuhkan uluran tangan, jaminan kesehatan, dan masa depan yang layak,” tutupnya. (*)
Editor : Kar















