Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Belasan Saksi SPPD Fiktif Meninggal, Penyidik Incar Pihak Keciprat Duit Korupsi 

Belasan Saksi SPPD Fiktif Meninggal, Penyidik Incar Pihak Keciprat Duit Korupsi 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Belasan saksi korupsi SPPD fiktif Setwan DPRD Riau diketahui meninggal. Namun, penyidik tetap incar pihak keciprat uang haram itu.

Penanganan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau periode 2020-2021 terus bergulir. Dari 401 orang yang dimintai keterangan oleh Tim Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, ternyata 13 saksi telah meninggal dunia sebelum pemeriksaan selesai dilakukan.

“Sebanyak 319 orang sudah kami periksa, sementara 35 lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Namun, 13 saksi meninggal dunia, sehingga tidak memungkinkan kami meminta keterangan mereka. Kemudian lima orang tidak bisa hadir, dengan alasan ke luar kota. Sekarang masih dikonfirmasi untuk diminta datang,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Nasriadi, Selasa (24/12/2024).

Dugaan korupsi ini melibatkan ribuan tiket pesawat dan dokumen perjalanan yang diduga dipalsukan. Investigasi menunjukkan adanya penggunaan tiga maskapai penerbangan, yakni PT Lion Group (37.000 penerbangan fiktif), Citilink (507 tiket), dan Garuda Indonesia (226 tiket).

Nasriadi mengungkapkan bahwa semua perjalanan itu tercatat pada masa pandemi COVID-19, ketika penerbangan secara nasional hampir terhenti. “Tiket ini seolah-olah menggambarkan perjalanan yang benar-benar dilakukan, padahal tidak ada aktivitas riil. Ini modus yang terstruktur untuk mengelabui negara,” jelasnya.

Kasus ini telah menyebabkan kerugian negara sementara sebesar Rp130 miliar. Namun, penetapan tersangka masih menunggu audit final atas kerugian tersebut.

“Penentuan tersangka baru bisa dilakukan setelah ada perhitungan kerugian negara yang final. Jika hasil tersebut sudah keluar, kami segera melakukan gelar perkara,” tambah Nasriadi.

Dalam upaya menelusuri aliran dana hasil korupsi, Polda Riau telah menyita sejumlah aset bernilai tinggi, termasuk uang tunai Rp 6,4 miliar, apartemen, barang mewah, dan satu unit Harley Davidson. Nasriadi menegaskan, siapa pun yang terbukti menikmati hasil korupsi ini harus segera mengembalikan aset tersebut.

“Jika tidak dikembalikan, kami akan menganggap mereka ikut serta dalam kejahatan ini,” tegasnya l.

Polda Riau berkomitmen melanjutkan penyelidikan dengan transparan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban, serta kerugian negara dapat dipulihkan. Bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mencegah aktor utama dugaan korupsi SPPD Fiktif di Setwan DPRD Riau kabur ke luar negeri. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BURUH Tani Perkosa Pelajar SMP di Simpang Kanan, Pelaku Masih Remaja

    BURUH Tani Perkosa Pelajar SMP di Simpang Kanan, Pelaku Masih Remaja

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIMPANGKANAN, detak24com – Seorang buruh tani perkosa pelajar SMP di Simpang Kanan Rohil. Tersangka masih berusia 14 tahun terpaksa menghuni penjara polisi. Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui PLh Kasi Humas Polres Rohil Iptu Yulanda Alvaleri STrk, Sabtu (18/11/23) mengatakan tersangka inisial BU (14) ditangkap di rumahnya wilayah Simpang Kanan, Kamis 16 […]

  • Korupsi Rp7,9 M, Dua Mantan Pimpinan BRI Agro Pekanbaru Masuk Bui 

    Korupsi Rp7,9 M, Dua Mantan Pimpinan BRI Agro Pekanbaru Masuk Bui 

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru menahan Syahroni Hidayat dan Vanni Setiabudi, mantan pimpinan BRI Agro Pekanbaru. Keduanya terlibat korupsi Rp 7,9 miliar. “Hari ini, kita menahan SH selaku pimpinan cabang salah satu anak bank BUMN dan VS selaku AO (Account Officer),” ujar Kepala Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru, Niky Juniesmero, didampingi Kasi Intelijen, Effendi […]

  • Duh! Pengguna WhatsApp Ini Catut Ketua DPRD Pekanbaru, Usah Diladeni

    Duh! Pengguna WhatsApp Ini Catut Ketua DPRD Pekanbaru, Usah Diladeni

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Nama pejabat kembali dicatut oleh oknum tak bertanggungjawab. Kali ini korbannya Ketua DPRD Pekanbaru, M Sabarud. Pencatutan tersebut melalui nomor whatsapp yang mengaku sebagai Muhammad Sabarudi, Ketua DPRD Kota Pekanbaru. Nomor whatsapp tersebut yaitu 08136186773. Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi menjelaskan bahwa, akun whatsapp dengan nomor tersebut yang mengatasnamakan dirinya yaitu […]

  • Dubes Palestina dan Umri Pekanbaru Teken Nota Kesepahaman

    Dubes Palestina dan Umri Pekanbaru Teken Nota Kesepahaman

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kedutaan Besar Palestina dan Umri (Universitas Muhammadiyah Riau) teken nota kesepahaman bidang pendidikan. Pemerintah Palestina melalui Kedutaan Besar Palestina di Indonesia menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan. Yakni, memberikan pendidikan bagi generasi mudanya untuk kuliah di Umri secara gratis. Kerjasama tertuang dalam penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dubes Palestina  H E Dr […]

  • Mewah! PNS DLHK Riau Terciduk OTT hanya Diberhentikan Sementara

    Mewah! PNS DLHK Riau Terciduk OTT hanya Diberhentikan Sementara

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberhentikan sementara empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Pelalawan. Keempat pegawai itu ditangkap petugas kepolisian diduga melakukan pemerasan kepada pemilik alat berat di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kabupaten Pelalawan, Senin (18/7/2022) lalu. Demikian disampaikan […]

  • Si Cantik Syifa Hadju dengan kebaya encim. (f :ist)

    Berkah Unggahan Foto Kebaya, Syifa Hadju Masuk Google Trends

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada Rabu, 24 Juli 2024, sangat berkesan bagi Syifa Hadju. Hingga namanya masuk Google trends. Ya, unggahan foto sang artis yang mengenakan kebaya encim di Instagramnya dapat berbagai reaksi positif dari netizen. Terutama dari El Rumi, putra Maia Estianty. Diketahui, para selebriti pun mengunggah potretnya mengenakan kebaya, salah […]

expand_less