Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekonomi Bisnis » Rupiah Tembus Rp 17.700 per Dolar AS, Gubernur BI Diminta Lengser!

Rupiah Tembus Rp 17.700 per Dolar AS, Gubernur BI Diminta Lengser!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Nilai tukar rupiah mengalami tekanan makin tajam terhadap mata uang asing pada perdagangan Selasa (19/05/26). Bahkan menembus level Rp 17.700 per dolar AS di pasar spot.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan, rupiah masih berpotensi bergerak melemah dalam rentang Rp 17.670 hingga Rp 17.760 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Menurut Rully, pelaku pasar saat ini masih menanti hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Ruang fiskal terus menyempit akibat subsidi yang membengkak seiring tren kenaikan harga minyak dunia yang masih di atas US$ 100 per barel,” ungkap Rully dikutip detak24com, Selasa (19/05/26).

Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak global membuat beban subsidi energi pemerintah meningkat sehingga menambah tekanan terhadap stabilitas fiskal nasional.

Selain faktor domestik, pelemahan rupiah juga dipicu sentimen global, terutama kenaikan inflasi Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.

Rully menilai kondisi tersebut membuat daya tarik obligasi pemerintah Indonesia semakin berkurang di mata investor asing.

“Sehingga spread yield obligasi pemerintah Indonesia semakin tipis dan tidak menarik lagi bagi pelaku pasar asing,” paparnya.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 12.25 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah tercatat melemah 72 poin atau 0,41% ke level Rp 17.740 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS menguat 0,06% ke posisi 99,129.

Sebelumnya pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat turun 17 poin atau 0,10% ke level Rp 17.685 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat naik 0,14% ke level 99,052.

Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan ketidakpastian global, seperti dikutip dari beritasatu.

Gubernur BI Diminta Lengser 

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio meminta Gubernur BI Perry Warjiyo mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Ia menilai pimpinan bank sentral perlu menunjukkan sikap kesatria apabila merasa tidak lagi mampu mengendalikan situasi ekonomi, khususnya terkait stabilitas nilai tukar.

“Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia sebagai tokoh utamanya harus gentleman, Pak. Harus berani melawan. Ada apa ini? Kenapa ini? Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang, Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri,” ujar Primus dalam rapat kerja Komisi XI bersama BI dikutip detak24com, Senin (18/05/26).

Primus menyoroti kondisi ekonomi nasional yang menurutnya memperlihatkan kontradiksi. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut masih berada di angka 5,61 persen, tetapi pada saat yang sama, nilai tukar rupiah justru terus melemah hingga menyentuh titik terendah terhadap dolar AS.

“Karena kalau kita melihat apa yang terjadi sekarang yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia, itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok. Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar,” tuturnya.

Selain kurs rupiah, ia juga menyinggung kondisi pasar saham domestik yang dinilai belum mampu pulih seperti negara lain pasca gejolak geopolitik global sejak akhir Februari lalu. Menurutnya, banyak indeks saham dunia sudah kembali menguat, sedangkan Indonesia masih mengalami tekanan cukup dalam.

“Indeks kita juga habislah. Merosot turun. Di mana indeks seluruh dunia sejak perang tembak rudal itu tanggal 28 Februari, apa yang terjadi terhadap indeks dunia itu terjadi. Pada seluruhnya. Dan mereka sudah rebound. Bahkan sudah surplus. Dan Indonesia saat ini masih minus lebih dari 20 persen. Ini kan bagaimana global mempertanyakan salah satu, ada banyak faktor,” jelasnya.

Primus juga menilai pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, melainkan hampir seluruh mata uang utama dunia. Hal itu, menurut dia, menjadi sinyal adanya persoalan serius pada ketahanan ekonomi domestik.

“Tapi faktanya dan ironisnya, Pak, ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapur, terhadap Australia, terhadap ringgit, terhadap Rial, apalagi Hongkong, dolar, Euro, saya masih ingat Pak, Euro waktu awal-awal tahun 2006 itu Rp7.000 per Euro. Sekarang hampir Rp19.000. Hampir Rp 20.000,” katanya.

Ia menilai situasi tersebut tidak bisa dianggap biasa karena telah memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

“Nah, ini. Ini kan harus kita lihat dengan realita, Pak. Kita tidak bisa berdiam diri. Apa yang terjadi saat ini menurut saya pribadi Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust. Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya,” ucapnya.

Menurut Primus, di sejumlah negara seperti Korea Selatan dan Jepang, pengunduran diri pejabat publik kerap dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral ketika dinilai gagal menjalankan amanah jabatan.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI lainnya, Harris Turino memandang tekanan terhadap rupiah tidak semata-mata dipicu oleh situasi global. Ia menilai terdapat tantangan struktural dalam negeri yang turut memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Menurut Harris, Bank Indonesia sejauh ini telah melakukan berbagai langkah stabilisasi, mulai dari intervensi pasar valuta asing hingga pengelolaan instrumen moneter. Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlanjut menunjukkan perlunya pembenahan faktor domestik.

Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah aspek seperti kondisi fiskal, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi sebagai faktor penting dalam menjaga ketahanan rupiah.

Karena itu, Harris menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga agar stabilitas nilai tukar tidak hanya dibebankan kepada BI semata.

“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel menjadi faktor penting untuk menjaga keyakinan pelaku pasar di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BOCAH Empat Tahun Meninggal di Parit Belakang Rumah, Banjir Minta Tumbal Nyawa

    BOCAH Empat Tahun Meninggal di Parit Belakang Rumah, Banjir Minta Tumbal Nyawa

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PERANAP, detak24com – Naas, seorang bocah empat tahun meninggal di parit belakang rumah Kampung Jawa RT 003/RW 004 Kelurahan Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu. Banjir mulai melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sejak beberapa hari terakhir. Terutama di daerah bantaran sungai Indragiri yang meluap. Luapan Sungai Indragiri di Inhu tersebut memakan korban jiwa. Seorang bocah empat […]

  • Pegawai dan Warga Binaan Rutan Dumai Tes Urine Sempena HBP ke-32, Ini Hasilnya!

    Pegawai dan Warga Binaan Rutan Dumai Tes Urine Sempena HBP ke-32, Ini Hasilnya!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Pegawai dan warga binaan di Rutan Dumai melakukan tes urine serta razia kamar sempena peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62. Dalam rangkaian memperingati Hari HBP) tahun ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai melaksanakan razia blok hunian serta tes urine bersama APH yang terdiri dari Kepolisian, TNI serta BNNK Dumai. Kegiatan […]

  • SDN 010 Jaya Mukti Bagikan Makanan Sehat Bergizi untuk 331 Murid

    SDN 010 Jaya Mukti Bagikan Makanan Sehat Bergizi untuk 331 Murid

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24.com — Gerakan Sekolah Sehat (GSS) akhir semester ganjil TA 2024/2025 ditutup dengan pembagian makanan sehat bergizi di SDN 010 Jaya Mukti, Dumai, Rabu (18/12/24). Pemberian makanan sehat ini mencakup seluruh murid SDN 010, mulai dari kelas I sampai kelas VI, dengan jumlah total 331 orang murid. Hal ini dilakukan sebagai implementasi gerakan anak […]

  • Raffi Ahmad Sebut Zico Basko Sultan Padang, Ekvansi Bisnis di Sumbar

    Raffi Ahmad Sebut Zico Basko Sultan Padang, Ekvansi Bisnis di Sumbar

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    SELEBRITIS Raffi Ahmad berserta sang isteri Nagita Slavina dan anak-anak mereka berkunjung ke Padang, Sumatera Barat dalam rangka ekspansi bisnis. Ia disambut Zico Basko (putera Basrizal Koto) yang merupakan pengelola Grand Basko Hotel. Dikutip Senin (09/05/22), keluarga Raffi Ahmad terlihat akrab dengan keluarga Zico Basko. Dalam unggahan akun instagram @RaffiNagita1717 tampak Raffi Ahmad dan Nagita […]

  • Pak Kades di Inhil Riau Dihukum 5 Tahun Penjara, Korupsi Dana Desa

    Pak Kades di Inhil Riau Dihukum 5 Tahun Penjara, Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Tembilahan, detak24.com – Oknum Kepala Desa (Kades) Pelanduk Kecamatan Mandah, Inhi, Riau, Nuardi, divonis 5 tahun penjara. Mantan ajudan Gubernur Riau Rusli Zainal itu terbukti melakukan korupsi dana APBDes sebesar Rp861 juta. Dikutip Selasa (19/07/22), Nuardi dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Ayat (1) juncto pasal 18 ayat (1) hurud (a) dan (b) Ayat (2) […]

  • Jemaah haji Wukuf di Arafah

    SEPULUH Jemaah Hilang Saat Puncak Haji, Tiga Masih Dicari

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Jakarta, detak24com – Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mencari tiga jamaah haji Indonesia yang hingga kini belum ditemukan sejak puncak haji Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina).  Adapun puncak haji di Arafah ditetapkan pada 9 Dzulhijjah (27 Juni 2023) hingga di Mina 10-13 Dzulhijjah (28 Juni-1 Juli 2023). Dirilis detak24com, Senin (10/07/23), ketiga jemaah […]

expand_less