<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Orangtua Arsip - DETAK24COM</title>
	<atom:link href="https://detak24.com/tag/orangtua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detak24.com/tag/orangtua/</link>
	<description>Cepat Lugas dan Akurat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2026 11:24:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://detak24.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-logo-detak24-32x32.jpg</url>
	<title>Orangtua Arsip - DETAK24COM</title>
	<link>https://detak24.com/tag/orangtua/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Bocah Dipaksa Mengemis di Pangkalan Kerinci, Orangtua Korban Ditangkap </title>
		<link>https://detak24.com/tiga-bocah-dipaksa-mengemis-di-pangkalan-kerinci-orangtua-korban-ditangkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Pelalawan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekploitasi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pelalawan]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia silver]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamen]]></category>
		<category><![CDATA[Pengemis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=73868</guid>

					<description><![CDATA[PELALAWAN, detak24com – Polisi menangkap SM dan MM, tersangka eksploitasi tiga orang anak di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Informasi dirangkum Ahad (14/06/26), kedua tersangka adalah orangtua korban yang memaksa tiga anak mereka mengemis, mengamen hingga jadi manusia silver hingga larut malam. Setiap hari para korban wajib menyetor hingga Rp 250 ribu. Ketiga korban berinisial MH [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PELALAWAN, <a href="http://www.detak24.com">detak24com</a></strong> – Polisi menangkap SM dan MM, tersangka eksploitasi tiga orang anak di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.</p>
<p>Informasi dirangkum Ahad (14/06/26), kedua tersangka adalah orangtua korban yang memaksa tiga anak mereka mengemis, mengamen hingga jadi manusia silver hingga larut malam. Setiap hari para korban wajib menyetor hingga Rp 250 ribu.</p>
<p>Ketiga korban berinisial MH (11), RA (9), dan PW (9). Mereka diduga dipaksa mencari uang di kawasan lampu merah Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB setiap hari.</p>
<p>Dirreskrimum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengatakan bahwa kasus tersebut terungkap setelah ketiga anak itu dibawa warga ke Polsek Pangkalan Kerinci pada Jumat (12/06/26) malam.</p>
<p>&#8220;Anak-anak tersebut masih berada di jalan hingga malam hari. Dari keterangan yang diperoleh, mereka mengaku takut pulang karena khawatir dimarahi apabila tidak berhasil memenuhi target setoran Rp 250 ribu,&#8221; kata dia, Ahad (14/06/26).</p>
<p>Mendapatkan laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang berinisial SM dan MM di kawasan Simpang Kualo, Pangkalan Kerinci. Kedua orangtua korban yang diduga terlibat dalam eksploitasi anak.</p>
<p>Kedua terduga pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan para korban. Saat ini, keduanya telah ditahan di Polsek Pangkalan Kerinci untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan awal, praktik eksploitasi tersebut diduga telah berlangsung selama sekitar tujuh bulan sejak para pelaku bersama anak-anak itu tinggal di wilayah Pangkalan Kerinci.</p>
<p>Setiap hari, para korban diperintahkan turun ke jalan untuk mengamen, mengemis, dan menjadi manusia silver guna memperoleh uang dari pengguna jalan yang melintas.</p>
<p>Seluruh uang yang diperoleh kemudian diserahkan kepada pelaku. Jika target Rp 250 ribu tersebut tidak terpenuhi, para korban mengaku mendapat hukuman atau kekerasan dari pelaku.</p>
<p>&#8220;Dugaan yang kami tangani bukan sekadar anak yang berada di jalanan, tetapi adanya indikasi eksploitasi ekonomi terhadap anak yang dilakukan secara terus-menerus dalam lingkungan keluarga. Ini yang sedang kami dalami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Atas kasus tersebut, penyidik mendalami dugaan pelanggaran Pasal 88 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak terkait eksploitasi ekonomi terhadap anak.</p>
<p>Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh praktik yang terjadi.</p>
<p>Sementara, SM yang merupakan ibu korban mengakui kesalahannya karena mempekerjakan anak di bawah umur.</p>
<p>&#8220;Saya salah telah menyuruh anak saya bekerja. Saya minta maaf dan tak akan mengulanginya lagi,&#8221; ucap tersangka saat diinterogasi polisi, seperti diwartakan cakaplah. (*)</p>
<p>Editor : kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuja Sabu Ancam Bunuh Orangtua Kandung di Terkul Rupat </title>
		<link>https://detak24.com/pemuja-sabu-ancam-bunuh-orangtua-kandung-di-terkul-rupat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Bengkalis]]></category>
		<category><![CDATA[Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Rupat]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Parang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengancaman]]></category>
		<category><![CDATA[Sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=72860</guid>

					<description><![CDATA[RUPAT, detak24com &#8211; Pemuja sabu berinisial S (35) terpaksa diinapkan dalam penjara usai mengancam akan membunuh kedua orangtuanya pakai parang di Terkul, Rupat. Informasi dirangkum Ahad (26/04/26), peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/04/26) sekitar pukul 15.30 WIB, di rumah orangtuanya di Jalan Subrantas, Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Kapolsek Rupat AKP Faisal, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="desc">
<p><strong>RUPAT</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Pemuja sabu berinisial S (35) terpaksa diinapkan dalam penjara usai mengancam akan membunuh kedua orangtuanya pakai parang di Terkul, Rupat.</p>
<p>Informasi dirangkum Ahad (26/04/26), peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/04/26) sekitar pukul 15.30 WIB, di rumah orangtuanya di Jalan Subrantas, Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.</p>
<p>Kapolsek Rupat AKP Faisal, mengatakan bahwa pelaku dibekuk setelah korban yang merupakan ayah kandungnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.</p>
<p>&#8220;Pelaku diamankan setelah dilaporkan melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap korban yang merupakan orang tuanya sendiri,&#8221; ujar Kapolsek, Ahad (26/04/26).</p>
<p>Dijelaskan Kapolsek, kejadian bermula saat korban sedang duduk di ruang tamu, sementara istrinya berada di kamar mandi. Tiba-tiba pelaku datang dari belakang rumah usai mencari brondolan sawit dan masuk ke dapur dalam keadaan emosi.</p>
<p>Di dapur, pelaku memukul sejumlah barang menggunakan sebilah parang. Setelah itu, ia menuju ruang tamu sambil membawa parang.</p>
<p>&#8220;Saat korban menegur, pelaku justru mengarahkan parang tersebut ke arah ayah dan ibunya, sehingga membuat keduanya ketakutan dan merasa terancam. Korban kemudian melapor ke Polsek Rupat,&#8221; terang dia.</p>
</div>
<div class="desc">
<p>Menindaklanjuti laporan itu, pelaku berhasil diamankan di belakang rumah korban saat sedang mengutip brondolan sawit.</p>
<p>&#8220;Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang yang diduga digunakan untuk mengancam korban,&#8221;cakapnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui positif mengandung methamphetamine atau sabu berdasarkan hasil tes urine.</p>
<p>&#8220;Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polsek Rupat untuk proses hukum lebih lanjut,&#8221; tutupnya l. (Rls)</p>
<p>Editor : Kar</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Link Bokep Foto Bugil Siswi SMP di Siak Beredar, Jangan Diklik!</title>
		<link>https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 13:52:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[VIRAL]]></category>
		<category><![CDATA[Foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[Link bokep]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Siswi]]></category>
		<category><![CDATA[SMP]]></category>
		<category><![CDATA[warganet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=71082</guid>

					<description><![CDATA[SIAK, detak24com &#8211; Link bokep foto bugil siswi SMP di Siak jadi viral medsos. Gambar tak senonoh itu menjadi perbincangan hangat masyarakat dan warganet. Foto tak senonoh siswi SMPN 1 Bungaraya, Kabupaten Siak itu diduga menyebar pertama kali lewat aplikasi WhatsApp di lingkungan sekolah, hingga tersebar ke mana-mana. Sontak peristiwa ini memicu keprihatinan orangtua siswa. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIAK, <a href="http://www.detak24.com">detak24com</a></strong> &#8211; <a href="https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/">Link bokep</a> foto <a href="https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/">bugil</a> siswi <a href="https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/">SMP</a> di Siak jadi viral medsos. Gambar tak senonoh itu menjadi perbincangan hangat masyarakat dan <a href="https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/">warganet</a>.</p>
<p>Foto tak senonoh siswi SMPN 1 Bungaraya, Kabupaten Siak itu diduga menyebar pertama kali lewat aplikasi <a href="https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/">WhatsApp</a> di lingkungan sekolah, hingga tersebar ke mana-mana. Sontak peristiwa ini memicu keprihatinan orangtua siswa.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://detak24.com/viral-bokep-sahroni-dengan-nafa-urbach-fakta-atau-akal-akalan-netizen/">Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?</a></strong></p>
<p>Kasek SMPN 1 Bungaraya Afrizal membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan kasus itu terjadi sebelum pelaksanaan ujian sekolah dan pertama kali diketahui dari laporan sejumlah siswa.</p>
<p>&#8220;Benar ada kejadian itu, sebelum ujian. Ada laporan dari anak-anak yang melihat gambar tidak layak. Setelah kami konfirmasi, ternyata gambar tersebut berasal dari temannya sendiri, siswa kelas VIII,&#8221; ujar Afrizal dikonfirmasi, Rabu (04/02/26).</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://detak24.com/akun-instagram-diuber-link-video-bokep-jaksa-tasya-durasi-5-menit-diburu-netizen/">Akun Instagram Diuber, Link Video Bokep Jaksa Tasya Durasi 5 Menit Diburu Netizen</a></strong></p>
<p>Menindaklanjuti <a href="https://detak24.com/link-bokep-foto-bugil-siswi-smp-di-siak-beredar-jangan-diklik/">link bokep</a> foto bugil siswi SMP tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah pembinaan. Sekolah memanggil siswi yang bersangkutan bersama orang tuanya untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.</p>
<p>Sebagai bentuk sanksi dan komitmen agar perbuatan serupa tidak terulang, siswi tersebut diwajibkan menandatangani surat perjanjian bermaterai yang diketahui orangtua, wali kelas, serta pihak sekolah. Surat pernyataan itu diterbitkan oleh SMPN 1 Bungaraya pada 8 Januari 2026.</p>
<p>Dalam surat perjanjian tersebut, siswi kelas VIII itu menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia juga berjanji tidak akan membolos, tidak cabut jam pelajaran, tidak membawa telepon genggam ke sekolah, datang tepat waktu, serta tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.</p>
<p>Paling utama, siswi tersebut menyatakan tidak akan lagi menyebarkan konten vulgar, termasuk foto yang mengandung unsur pornografi dan pornografi anak.</p>
<p>Dalam surat itu ditegaskan, apabila yang bersangkutan kembali mengulangi perbuatannya, pihak sekolah akan memanggil orangtua dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh siswi yang bersangkutan, orangtua/wali, wali kelas, serta diketahui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Bungaraya.</p>
<p>Dia menambahkan, pihak sekolah menyesalkan kejadian tersebut dan berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.</p>
<p>&#8220;Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Anak-anak harus paham dampak hukum dan moral dari penyalahgunaan teknologi,&#8221; pungkasnya dikutip dari cakaplah. (*)</p>
<p>Editor : kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngeri! Induk dan Anak Harimau Keliaran di SDN 016 Teluk Naga Pelalawan </title>
		<link>https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 15:15:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[# Harimau Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Pelalawan]]></category>
		<category><![CDATA[Induk]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pelalawan]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=70624</guid>

					<description><![CDATA[PELALAWAN, detak24com &#8211; Peristiwa ngeri dan horor terjadi di Kabupaten Pelalawan. Induk dan anak harimau sumatera berkeliaran di SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti sejak beberapa pekan belakangan. Penampakan seekor induk harimau bersama anak-anaknya di sekitar SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PELALAWAN</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Peristiwa ngeri dan <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>horor</strong></a> terjadi di Kabupaten Pelalawan. Induk dan anak <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>harimau</strong></a> sumatera berkeliaran di SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti sejak beberapa pekan belakangan.</p>
<p>Penampakan seekor induk <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>harimau</strong></a> bersama anak-anaknya di sekitar SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Khususnya para orangtua murid.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://detak24.com/polisi-terkaget-temukan-sabu-dalam-kotak-permen-di-desa-langgam-pelalawan/">Polisi Terkaget, Temukan Sabu dalam Kotak Permen di Desa Langgam Pelalawan </a></strong></p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan kawanan <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>harimau</strong></a> tersebut terpantau tidak jauh dari lingkungan sekolah, dengan jarak diperkirakan sekitar 100 meter.</p>
<p>Penampakan itu bahkan sempat terdokumentasi dalam foto dan video yang diperoleh awak media. Kejadian ini dilaporkan telah berlangsung sejak akhir Desember 2025.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://detak24.com/korupsi-pupuk-subsidi-rp-34-m-kejari-pelalawan-tangkap-15-penyuluh-dan-pengecer/">Korupsi Pupuk Subsidi Rp 34 M, Kejari Pelalawan Tangkap 15 Penyuluh dan Pengecer </a></strong></p>
<p>Salah seorang warga setempat, Rina mengungkapkan, bahwa kemunculan induk dan anak harimau tersebut membuat masyarakat cemas. Hal tersebut mengingat lokasinya sangat dekat dengan sekolah.</p>
<p>&#8220;Ini foto dan video <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>harimau</strong></a> yang berada tidak jauh dari sekitar sekolah. Kami sangat berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak yang bersekolah di sana,&#8221; ujar Rina saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/01/26).</p>
<p><strong>Kegiatan Murid Dibatasi </strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala SDN 016 Teluk Naga, Dadang Adi Putra SPd membenarkan adanya penampakan kawanan <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>harimau</strong></a> di sekitar lingkungan sekolah yang ia pimpin. Ia menyebutkan, bahwa keberadaan induk dan anak <a href="https://detak24.com/ngeri-induk-dan-anak-harimau-keliaran-di-sdn-016-teluk-naga-pelalawan/"><strong>harimau</strong></a> tersebut sudah terlihat sejak akhir Desember 2025.</p>
<p>&#8220;Benar, penampakan harimau itu ada dan jaraknya paling jauh sekitar 100 meter dari sekolah. Kami sudah melaporkannya ke BKSDA Riau. Saat ini surat laporan dari pihak desa ke BKSDA sedang diurus,&#8221; kata Dadang kepada awak media, Senin (19/01/26).</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan anak didiknya. Bahkan, kegiatan di sekolah sempat dibatasi, termasuk saat pembagian laporan hasil belajar.</p>
<p>&#8220;Jumlah murid kami sekitar 200 orang. Untuk pembagian rapor beberapa waktu lalu, kami minta hanya orangtua yang datang ke sekolah. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, pihak sekolah juga terus mengingatkan para guru untuk memperketat pengawasan terhadap murid selama jam belajar. Serta mengimbau para orangtua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka saat pulang sekolah.</p>
<p>Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, dapat segera turun tangan melakukan penanganan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah, diikutip dari halloriau. (*)</p>
<p>Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heboh Temuan Bayi dalam Kardus di Teras Rumah Warga Jalan Rajawali Pekanbaru, Diduga Sengaja Dibuang</title>
		<link>https://detak24.com/heboh-temuan-bayi-dalam-kardus-di-teras-rumah-warga-jalan-rajawali-pekanbaru-diduga-sengaja-dibuang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 16:48:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[Kanit]]></category>
		<category><![CDATA[Kardus]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Orok]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=70581</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU, detak24com &#8211; Warga Jalan Rajawali, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru heboh atas penemuan bayi dalam kardus di teras rumah warga, Sabtu (17/01/26) pagi. Aparat kepolisian langsung bergerak mengusut kasus diduga pembuangan bayi laki-laki tersebut. Guna mengungkap pelaku, aparat kini menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada sekitar lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Warga Jalan Rajawali, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru heboh atas penemuan bayi dalam kardus di teras rumah warga, Sabtu (17/01/26) pagi.</p>
<p>Aparat kepolisian langsung bergerak mengusut kasus diduga pembuangan bayi laki-laki tersebut. Guna mengungkap pelaku, aparat kini menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara. Hingga saat ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.</p>
<p>&#8220;Kita cek rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui pelaku pembuangan bayi tersebut,” ujarnya, Sabtu (17/01/26).</p>
<p>Hingga kini, pihaknya masih mendalami motif pelaku yang tega meninggalkan bayi tersebut. Dari lokasi kejadian, polisi juga menemukan popok dan botol susu bayi yang berada dalam kardus tempat bayi ditemukan.</p>
<p>“Sampai saat ini ada tiga saksi yang kami mintai keterangan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, bayi laki-laki tersebut kini dirawat di RS Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi bayi dinyatakan sehat.</p>
<p>Sebelumnya, warga Jalan Rajawali, Pekanbaru, digemparkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di dalam kardus yang diletakkan di teras rumah salah satu warga, Sabtu pagi, 17 Januari 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Polsek Binawidya.</p>
<p>Orok tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 hari saat ditemukan dan diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya, diikutip dari halloriau. (*)</p>
<p>Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jambret HP di Bina Widya Diringkus Usai Viral, Pelaku Sempat Kabur ke Rumah Ortu </title>
		<link>https://detak24.com/jambret-hp-di-bina-widya-diringkus-usai-viral-pelaku-sempat-kabur-ke-rumah-ortu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 14:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[# jambret]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[kabur]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Viral medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=70483</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU, detak24com &#8211; Polisi menangkap seorang jambret yang viral medsos usai beraksi di Bina Widya, Pekanbaru. Sebelum diringkus, tersangka sempat kabur ke rumah orangtuanya. Seorang jambret bernama Andre Junaidi (24) ditangkap polisi setelah aksinya viral di media sosial karena terekam CCTV dan korbannya adalah anak-anak. Aksi penjambretan itu terjadi di Jalan Melati Indah, Kecamatan Bina [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU, <a href="http://www.detak24.com">detak24com</a> &#8211; </strong>Polisi menangkap seorang jambret yang viral medsos usai beraksi di Bina Widya, Pekanbaru. Sebelum diringkus, tersangka sempat kabur ke rumah orangtuanya.</p>
<p>Seorang jambret bernama Andre Junaidi (24) ditangkap polisi setelah aksinya viral di media sosial karena terekam CCTV dan korbannya adalah anak-anak.</p>
<p>Aksi penjambretan itu terjadi di Jalan Melati Indah, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 21.44 WIB.</p>
<p>Dalam rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor dan menghampiri korban yang sedang duduk di teras kedai sambil bermain ponsel.</p>
<p>Salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan mendekati korban, sementara rekannya tetap berada di atas motor. Setelah berhasil merampas handphone korban, pelaku langsung melarikan diri.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian mengatakan, aksi penjambretan tersebut berlangsung sangat singkat.</p>
<p>&#8220;Kejadian pada Rabu malam sekitar pukul 21.44 WIB. Saat itu korban sedang santai bermain handphone di depan kedai,” ujar Anggi, Rabu (13/1/2026).</p>
<p>Rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial memudahkan polisi dalam melakukan penyelidikan. Tidak butuh waktu lama, Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan salah satu pelaku.</p>
<p>Tersangka bekuk pada Selasa (12/01/26) dini hari di wilayah Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). &#8220;Pelaku AJ sempat melarikan diri dan pulang ke rumah orangtuanya setelah kejadian,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi memastikan identitas pelaku tersebut telah dikantongi dan proses pengejaran terus dilakukan, dikutip dari cakaplah. (Red)</p>
<p>Editor : kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buset! Gadis Belia Digilir 10 Remaja Berkali-kali di Rengat </title>
		<link>https://detak24.com/buset-gadis-belia-digilir-10-remaja-berkali-kali-di-rengat/</link>
					<comments>https://detak24.com/buset-gadis-belia-digilir-10-remaja-berkali-kali-di-rengat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 14:26:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Belia]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Inhu]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis]]></category>
		<category><![CDATA[Keserasian seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Perkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Persetubuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=69946</guid>

					<description><![CDATA[INHU, detak24com &#8211; Seorang gadis belia di Rengat sebut saja Bunga, mengalami kekerasan seksual berulangkali yang dilakukan 10 orang remaja pada lokasi berbeda-beda. Polres Inhu mengamankan lima remaja dalam kasus pidana asusila. Mereka terlibat dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang anak perempuan di bawah umur. Perkara ini terungkap setelah orangtua korban melapor ke polisi. Kapolres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:168}"><strong>INHU</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Seorang gadis belia di Rengat sebut saja Bunga, mengalami kekerasan seksual berulangkali yang dilakukan 10 orang remaja pada lokasi berbeda-beda.</p>
<p class="noads" data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:168}">Polres Inhu mengamankan lima remaja dalam kasus pidana asusila. Mereka terlibat dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang anak perempuan di bawah umur. Perkara ini terungkap setelah orangtua korban melapor ke polisi.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, SIK MSi melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran menyampaikan bahwa laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">“Setelah laporan diterima, penyidik segera melakukan penanganan, mulai dari pemeriksaan korban secara humanis, visum, pengumpulan barang bukti, hingga penelusuran pihak-pihak yang diduga terlibat,” ujar Misran dirilis, Selasa (22/12/25).</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">Dikatakannya, orangtua korban melapor ke Polres Inhu pada Selasa (16/12/25). Setelah diusut, hasil pengembangan perkara dugaan kekerasan tersebut disebut melibatkan sekitar 10 remaja.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">Hingga saat ini, lima orang telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara, penyelidikan terhadap kemungkinan pelaku lain masih terus dilakukan.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:168}">Seluruh terduga pelaku yang diamankan diketahui masih berstatus anak, sehingga proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak. Identitas korban maupun para terduga pelaku tidak dipublikasikan guna melindungi hak serta masa depan anak-anak yang terlibat.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:168}">Polres Inhu juga menegaskan komitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan berkeadilan.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:168}">Kasus ini mendapat perhatian serius, karena baik korban maupun para terduga pelaku masih berusia anak dan remaja. Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi lebih dari satu kali dalam rentang waktu tertentu.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:168}">Hasil penyelidikan sementara, mengungkapkan korban yang masih berusia belia diduga mengalami kekerasan seksual secara berulang di beberapa lokasi berbeda wilayah Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Aparat kepolisian terus mendalami keterangan korban dan saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">“Penanganan kasus ini kami lakukan dengan sangat hati-hati. Perlindungan korban menjadi prioritas, termasuk pendampingan psikologis serta koordinasi dengan pihak terkait agar korban memperoleh pemulihan yang layak,” sebut dia.</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">Kepolisian mengimbau para orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, serta membangun komunikasi terbuka. &#8220;Segera melapor jika menemukan tanda-tanda kekerasan atau kejahatan anak ,&#8221; imbaunya. (Rls)</p>
<p data-_get-element-size="{&quot;w&quot;:340,&quot;h&quot;:144}">Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detak24.com/buset-gadis-belia-digilir-10-remaja-berkali-kali-di-rengat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dikenal Tertutup, Terduga Teroris Dumai Alumni Pesantren Tiap Hari ke Ladang </title>
		<link>https://detak24.com/dikenal-tertutup-terduga-teroris-dumai-alumni-pesantren-tiap-hari-ke-ladang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 05:36:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Dumai]]></category>
		<category><![CDATA[Geledah]]></category>
		<category><![CDATA[Ladang]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=64947</guid>

					<description><![CDATA[DUMAI, detak24com &#8211; Terduga teroris inisial A (21) yang ditangkap di Jalan Bahari dekat Komplek Adpel Dumai, dikenal tertutup. Saban hari diketahui sering ke ladang orangtuanya. Informasi dirangkum di TKP, terduga teroris A baru beberapa tahun tamat pesantren. Ia merupakan anak bungsu dan tinggal bersama kedua orangtuanya. Baca juga : Heboh Warga Komplek Adpel Dumai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DUMAI</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Terduga <a href="https://detak24.com/dikenal-tertutup-terduga-teroris-dumai-alumni-pesantren-tiap-hari-ke-ladang/"><strong>teroris</strong></a> inisial A (21) yang ditangkap di Jalan Bahari dekat Komplek <a href="https://detak24.com/dikenal-tertutup-terduga-teroris-dumai-alumni-pesantren-tiap-hari-ke-ladang/"><strong>Adpel</strong></a> Dumai, dikenal tertutup. Saban hari diketahui sering ke ladang orangtuanya.</p>
<p>Informasi dirangkum di TKP, terduga <a href="https://detak24.com/dikenal-tertutup-terduga-teroris-dumai-alumni-pesantren-tiap-hari-ke-ladang/"><strong>teroris</strong></a> A baru beberapa tahun tamat pesantren. Ia merupakan anak bungsu dan tinggal bersama kedua orangtuanya.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> : <a href="https://detak24.com/heboh-warga-komplek-adpel-dumai-terlibat-teroris-ditangkap-saat-berangkat-kerja/"><strong>Heboh Warga Komplek Adpel Dumai Terlibat Teroris, Ditangkap Saat Berangkat Kerja!</strong></a></p>
<p>Ia baru tamat pesantren, kurang bergaul dengan masyarakat. Tiap hari ke ladang orangtuanya di daerah Puak, Kecamatan Medang Kampai,&#8221; ujar warga sekitar bernama Andre, Kamis (21/08/25).</p>
<p>Menurut dia, sesuai informasi beredar tersangka ditangkap di Puak. Tak jauh dari ladang orangtuanya. &#8220;Informasinya, ia ditangkap di daerah Puak, bukan Tanjung Palas,&#8221; ungkap dia.</p>
<p><strong>Baca juga</strong> : <a href="https://detak24.com/jatuh-dari-ketinggian-pekerja-kilang-pertamina-dumai-meregang-nyawa-perusahaan-berduka/"><strong>Jatuh dari Ketinggian, Pekerja Kilang Pertamina Dumai Meregang Nyawa, Perusahaan Berduka</strong> </a></p>
<p>Usai penangkapan tersangka, tim gabungan lalu menggeledah rumah orangtuanya di Jalan Bahari (sebelah Komplek <a href="https://detak24.com/dikenal-tertutup-terduga-teroris-dumai-alumni-pesantren-tiap-hari-ke-ladang/"><strong>Adpel</strong></a>) Kelurahan Teluk Binjai, Dumai Timur.</p>
<p>&#8220;Kami mengenal ia anak bungsu dan tinggal bersama kedua orangtuanya. Orangtuanya jualan jajanan anak-anak, minuman dingin serta sosis,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Lanjutnya, tersangka rajin ke masjid. Namun, jika di rumah dia jarang keluar. Kawan -kawannya pun jarang berkunjung. &#8221; Kesehariannya, tersangka pakai pakaian biasa. Jadi, kami tak menyangka jika ia ditangkap,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Pria yang telah puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut menambahkan, orangtua tersangka menempati rumah milik sendiri. Tepat berada di sebelah Komplek <a href="https://detak24.com/dikenal-tertutup-terduga-teroris-dumai-alumni-pesantren-tiap-hari-ke-ladang/"><strong>Adpel Dumai</strong></a>.</p>
<p>&#8220;Jadi, rumahnya bukan di Komplek Adpel, tapi di sebelahnya,&#8221; pungkas dia.</p>
<p>Diketahui, Tim gabungan dari Polres Dumai dan Polda Riau menangkap seorang pemuda inisial A (21), terduga teroris saat melintas di Kelurahan Tanjung Palas, Rabu (20/08/25).</p>
<p>Terduga teroris tersebut berboncengan dengan  temannya hendak berangkat kerja, lalu dicegat dan ditangkap. Sementara, temannya dibiarkan pergi.</p>
<p>Untuk menguatkan proses penangkapan terduga teroris, petugas gabungan melakukan penggeledahan di rumahnya Jalan Bahari Kelurahan Teluk Binjai RT 11 Kecamatan Dumai Timur.</p>
<p>Pantauan, petugas gabungan melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku dengan pengawalan ketat aparat bersenjata.</p>
<p>Terlihat Kabag Ops Polres Dumai di lokasi penggeledahan rumah berdinding papan bertingkat dua. Petugas gabungan melakukan penggeledahan di seluruh isi rumah selama sekitar 1 jam lebih.</p>
<p>Dalam penggeledahan, petugas menyita pakaian, sprei dan buku buku yang diduga milik pelaku yang ada kaitannya dengan aktivitas pelaku.</p>
<p>Usai penggeledahan, beberapa warga mengaku kaget dengan penangkapan ini. “Ia, keluarganya baik dan berbaur dengan masyarakat sekitar. Tidak pernah menutup diri, karena di rumahnya juga membuka usaha menjual minuman dingin dan sosis,” ungkap Imah, warga sekitar.</p>
<p>“Rasanya tak mungkin, keluarga yang baik ini ada kaitannya dengan aksi teroris, ” tutur warga lainnya yang mengaku kaget atas penangkapan tersangka.</p>
<p>Sementara, Ketua LPMK Teluk Binjai, Adong Sinaga mengaku mendapat kabar ramainya aparat kepolisian di Jalan Bahari tersebut. Akan tetapi, ia tidak mengetahui secara detail apa yang tengah terjadi.</p>
<p>“Kita juga dapat kabar lagi ramai aparat kepolisian di wilayah RT 11, tapi belum dapat info pasti mengapa,” kata Adong.</p>
<p>Lurah Teluk Binjai Idris Sardi ketika dihubungi membenarkan adanya penggeledahan dan penangkapan terduga teroris di wilayah kerjanya.</p>
<p>“Ia, tadi Kasie Pem (Kelurahan Teluk Binjai) memberitahu adanya penangkapan. Staff kelurahan juga ke Polres, namun warga yang ditangkap tersebut tidak berada di sana,&#8221; imbuhnya. (Red)</p>
<p>Editor : kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Modus Beli Seragam, SDN 116 Pekanbaru Lakukan Pungli Rp 1,4 Juta per Murid, Kadisdik: Uang Wajib Dikembalikan!</title>
		<link>https://detak24.com/modus-beli-seragam-sdn-116-pekanbaru-lakukan-pungli-rp-14-juta-per-murid-kadisdik-uang-wajib-dikembalikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 15:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=64837</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU, detak24com &#8211; Sejumlah orangtua murid mengeluhkan pungli di SDN 116 Pekanbaru, Jalan Singgalang 7, Tangkerang Timur. Informasi tersebut viral setelah salah satu wali murid mengaku diminta membayar biaya pendaftaran ulang sebesar Rp 1,4 juta tanpa melalui rapat wali murid maupun komite sekolah. Uang Rp 1,4 juta tersebut dikenakan sekolah karena disebut untuk pembayaran uang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Sejumlah orangtua murid mengeluhkan pungli di SDN 116 Pekanbaru, Jalan Singgalang 7, Tangkerang Timur.</p>
<p>Informasi tersebut viral setelah salah satu wali murid mengaku diminta membayar biaya pendaftaran ulang sebesar Rp 1,4 juta tanpa melalui rapat wali murid maupun komite sekolah.</p>
<p>Uang Rp 1,4 juta tersebut dikenakan sekolah karena disebut untuk pembayaran uang seragam.</p>
<p>Selain itu, para orangtua juga diminta membayar uang Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar Rp 150 ribu untuk pembelian buku bacaan dan perlengkapan sekolah. Namun, hingga dua bulan berjalan, buku bacaan yang dijanjikan belum juga diberikan kepada siswa.</p>
<p>&#8220;Rasanya ada kejanggalan dengan kepala sekolah. Kami membayar Rp 1,4 juta saat pendaftaran ulang, lalu Rp 150 ribu untuk buku. Tapi sampai sekarang buku bacaan belum ada,&#8221; keluh salah seorang wali murid yang viral.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Abdul Jamal membenarkan informasi itu dan telah menindaklanjuti dugaan pungli tersebut. Pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru, sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi.</p>
<p>&#8220;Uang itu katanya untuk baju. Tapi sekolah negeri di Pekanbaru tidak kami rekomendasikan menyediakan pakaian seragam. Maka kami minta agar uang tersebut dikembalikan,&#8221; tegasnya, Senin (18/08/25).</p>
<p>Ia menegaskan, Disdik Pekanbaru sudah memberi peringatan kepada pihak sekolah agar tidak lagi melakukan pungutan di luar aturan.</p>
<p>&#8220;Sekolah negeri tidak boleh membebani orang tua dengan pungutan seragam. Karena sekolah negeri di Pekanbaru tidak kita rekomendasikan menyediakan pakaian seragam,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dengan adanya peringatan tersebut, Jamal menyebut Disdik memastikan akan terus mengawasi praktik serupa, agar tidak terulang di sekolah negeri lainnya, dikutip dari cakaplah. (Red)</p>
<p>Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pamitan Mengikuti Kegiatan Sekolah, Cewek SMP Indehoy dengan Pria Dewasa </title>
		<link>https://detak24.com/pamitan-mengikuti-kegiatan-sekolah-cewek-smp-indehoy-dengan-pria-dewasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2025 20:49:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Rohil]]></category>
		<category><![CDATA[Cewek]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[indehoy]]></category>
		<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek]]></category>
		<category><![CDATA[Siswi]]></category>
		<category><![CDATA[SMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=59571</guid>

					<description><![CDATA[ROHIL, detak24com &#8211; Seorang pelajar SMP di Kubu, Rohil sempat dilaporkan menghilang dari rumah usai berpamitan mengikuti kegiatan sekolah ke Bagan Batu. Belakangan terungkap, remaja berusia 14 tahun itu justru menghabiskan waktu bersama seorang pria dewasa inisial NA (23), yang kini mendekam di sel tahanan Polsek Kubu. Baca juga : Begal Bercelurit Rampok Pelajar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>ROHIL</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Seorang pelajar SMP di Kubu, Rohil sempat dilaporkan menghilang dari rumah usai berpamitan mengikuti kegiatan sekolah ke Bagan Batu. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Belakangan terungkap, remaja berusia 14 tahun itu justru menghabiskan waktu bersama seorang pria dewasa inisial NA (23), yang kini mendekam di sel tahanan Polsek Kubu.</span></p>
<p><strong>Baca juga</strong> : <a href="https://detak24.com/begal-bercelurit-rampok-pelajar-di-tanahputih-rohil-uang-dan-hp-lesap/"><strong>Begal Bercelurit Rampok Pelajar di Tanahputih Rohil, Uang dan Hp Lesap</strong></a></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Informasi dirangkum Sabtu (19/04/25), peristiwa ini bermula Kamis (03/04/25), saat korban, sebut saja Bunga (14), meminta izin kepada orangtuanya untuk mengikuti kegiatan sekolah di luar kota. Namun, malam harinya dia tak kunjung pulang. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kekhawatiran orangtua memuncak setelah mendapat informasi dari teman-temannya bahwa korban tidak mengikuti kegiatan sekolah sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pencarian pun dilakukan hingga akhirnya pada Jumat (4/4/2025), Kuntum pulang ke rumah. Saat diinterogasi, siswi kelas VIII itu akhirnya mengaku menghabiskan waktu bersama NA, penjaga sekolah di lingkungan tempat tinggalnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Pengakuan yang mengejutkan keluar dari mulut korban. Ia menyebut telah tiga kali berhubungan layaknya suami istri dengan NA sejak Februari 2025. Mendengar pengakuan itu, keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kubu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sejak Selasa (08/04/25), NA resmi menjadi penghuni rumah tahanan polisi di Mapolsek Kubu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Benar, kami sedang menangani kasus ini. Pelaku sudah diamankan atas laporan orangtua korban. Ini menyangkut kasus pencabulan terhadap anak,&#8221; ujar Kanit Reskrim Polsek Kubu, Bripka Hermansyah dikutip Sabtu (29/04/25).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kasus ini menggugah perhatian sejumlah pemuka masyarakat di Kubu. Mereka mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya di luar rumah agar kejadian serupa tak terulang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">“Cara paling efektif adalah pengawasan langsung dan komunikasi yang terbuka antara anak dan orangtua. Jangan beri celah bagi anak untuk menyembunyikan aktivitas mereka,” ungkap seorang pemuka masyarakat, dikutip detak24com dari GoRiau. (Red)</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Editor : kar</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
