<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Piring Arsip - DETAK24COM</title>
	<atom:link href="https://detak24.com/tag/piring/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detak24.com/tag/piring/</link>
	<description>Cepat Lugas dan Akurat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 15:16:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detak24.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-logo-detak24-32x32.jpg</url>
	<title>Piring Arsip - DETAK24COM</title>
	<link>https://detak24.com/tag/piring/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sedang Cuci Piring, Nenek 75 Tahun Disambar Buaya di Kuansing </title>
		<link>https://detak24.com/sedang-cuci-piring-nenek-75-tahun-disambar-buaya-di-kuansing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 15:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Kuansing]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Nenek]]></category>
		<category><![CDATA[Piring]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=76821</guid>

					<description><![CDATA[KUANSING, detak24com &#8211; Seorang nenek lansia bernama Rosnidar (75), warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing nyaris tewas diserang buaya. Informasi dirangkum, lansia itu diserang buaya besar saat mencuci piring di Tepian Gudang Pulau Gobah, Ahad (1/11/2026) siang. Predator ganas tersebut sempat menggigit bagian lutut korban. Serangan itu terjadi secara tiba-tiba. Saat Rosnidar sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUANSING</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Seorang <a href="https://detak24.com/sedang-cuci-piring-nenek-75-tahun-disambar-buaya-di-kuansing/"><strong>nenek</strong></a> lansia bernama Rosnidar (75), warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing nyaris tewas diserang <a href="https://detak24.com/sedang-cuci-piring-nenek-75-tahun-disambar-buaya-di-kuansing/"><strong>buaya</strong></a>.</p>
<p>Informasi dirangkum, <a href="https://detak24.com/sedang-cuci-piring-nenek-75-tahun-disambar-buaya-di-kuansing/"><strong>lansia</strong></a> itu diserang buaya besar saat mencuci piring di Tepian Gudang Pulau Gobah, Ahad (1/11/2026) siang. Predator ganas tersebut sempat menggigit bagian lutut korban.</p>
<p>Serangan itu terjadi secara tiba-tiba. Saat Rosnidar sedang mencuci piring di pinggir <a href="https://detak24.com/sedang-cuci-piring-nenek-75-tahun-disambar-buaya-di-kuansing/"><strong>sungai</strong></a>, seekor buaya mendadak muncul dari dalam air dan langsung menerkam bagian lututnya.</p>
<p>Gigitan predator air tersebut berlangsung hanya beberapa detik. Setelah itu, buaya melepaskan gigitannya dan kembali melompat ke tengah sungai.</p>
<p>Meski berhasil lolos dari terkaman, Rosnidar harus menanggung luka serius. Lutut dan tangan kanannya mengalami luka sobek hingga mengeluarkan darah.</p>
<p>Dalam kondisi terluka, perempuan lanjut usia itu bergegas pulang untuk meminta pertolongan. Pihak keluarga kemudian membawanya ke Klinik Azam Medika di Desa Lubuk Ambacang guna mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Kepala Klinik Azam Medika, dr Cindy Claudia, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat dua luka terbuka akibat serangan buaya tersebut, masing-masing pada bagian kaki dan tangan kanan.</p>
<p>&#8220;Dua luka menganga di kaki dan tangan kanan. Total 20 jahitan. Setelah stabil, korban kami pulangkan,&#8221; ujar Cindy.</p>
<p>Insiden ini kembali membuka kekhawatiran warga terhadap keberadaan buaya di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Terlebih, Tepian Gudang Pulau Gobah ternyata bukan pertama kali menjadi lokasi serangan hewan predator tersebut.</p>
<p>Berdasarkan catatan warga, sedikitnya tiga orang sebelumnya dilaporkan pernah mengalami serangan buaya di tepian yang sama. Lokasi kejadian bahkan berada tidak jauh dari pancang start arena pacu jalur.</p>
<p>Sementara, Kapolsek Hulu Kuantan AKP Repriadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan personel kepolisian telah mendatangi klinik untuk mendampingi korban.</p>
<p>Menyusul kejadian ini, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman buaya di Sungai Kuantan. Warga, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sekitar tepian sungai, diminta lebih berhati-hati.</p>
<p>&#8220;Di lokasi itu sudah berulang kali terjadi. Kami imbau warga lebih waspada, terutama yang masih cuci dan mandi di sungai,&#8221; katanya, Senin (02/11/26).</p>
<p>Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar menghindari aktivitas di kawasan sungai yang diketahui rawan kemunculan buaya. Aktivitas sehari-hari seperti mencuci dan mandi di sungai kini berisiko mengancam keselamatan jiwa. (Mcr)</p>
<p>Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasutri Asal Bengkalis Jarah Barang Antik di Istana Siak </title>
		<link>https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 13:43:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Barang Antik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Gelas]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Siak]]></category>
		<category><![CDATA[pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[Piring]]></category>
		<category><![CDATA[Tepak sirih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=66375</guid>

					<description><![CDATA[SIAK, detak24com &#8211; Upaya pencurian benda bersejarah di Istana Siak membuat heboh masyarakat. Beberapa benda antik seperti mangkuk dan gelas tepak sirih peninggalan Sultan sempat diselundupkan oleh pasutri asal Bengkalis. Beruntung, upaya itu berhasil digagalkan oleh petugas penjaga keamanan di Istana Siak. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak berwajib. Baca juga : Tak Diperbaiki Pemerintah, Warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIAK</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Upaya pencurian benda bersejarah di <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>Istana Siak</strong></a> membuat heboh masyarakat. Beberapa benda <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>antik</strong></a> seperti mangkuk dan gelas tepak sirih peninggalan Sultan sempat diselundupkan oleh <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>pasutri</strong></a> asal Bengkalis.</p>
<p>Beruntung, upaya itu berhasil digagalkan oleh petugas penjaga keamanan di <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>Istana </strong></a><strong>Siak. </strong>Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak berwajib.</p>
<p><strong>Baca juga : <span style="color: #3366ff;"><a style="color: #3366ff;" href="https://detak24.com/tak-diperbaiki-pemerintah-warga-swadaya-renovasi-jalan-rusak-di-tualang-siak/">Tak Diperbaiki Pemerintah, Warga Swadaya Renovasi Jalan Rusak di Tualang Siak</a></span></strong></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa menceritakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/09/25). Mulanya ada sepasang suami istri yang datang berkunjung ke <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>Istana Siak</strong></a>, mereka mengaku berasal dari Bengkalis.</p>
<p>Kunjungan suami istri itu terlihat biasa saja saat mengelilingi Istana induk, namun saat mereka mengunjungi Istana Peraduan (rumah <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>Sultan</strong></a> dan permaisurinya) gerak-gerik keduanya terlihat mencurigakan.</p>
<p>&#8220;Dari laporan petugas <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>Istana</strong></a>, mereka ini singgah di Istana Peraduan, masuk di kamarnya Sultan. Di situ ada mangkuk dan gelas dari tembaga dekat ranjang Sultan. Setelah mereka keluar barang itu sudah tidak di tempat,&#8221; ujarnya, Senin (22/09/25).</p>
<p>Mengetahui itu, petugas pengamanan di Istana Siak langsung menahan Pasutri itu serta menggeledah tas barang yang mereka bawa. Benar saja, petugas menemukan benda-benda bersejarah yang mereka coba selundupkan dari Istana Peraduan.</p>
<p>&#8220;Ketika kami interogasi, mereka berdalih bukan niat mencuri. Tetapi untuk meminjam beberapa barang di <a href="https://detak24.com/pasutri-asal-bengkalis-jarah-barang-antik-di-istana-siak/"><strong>Istana Siak</strong></a> untuk dibawa ke Bengkalis,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Tekad, alasan Pasutri itu sama sekali tidak masuk akal. Keduanya kemudian dilaporkan ke Polsek Siak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Sudah diamankan oleh kepolisian, kita minta diproses lah. Karena mereka sudah mencoba menghilangkan benda bersejarah, aset peninggalan Sultan, tentu ini sangat bernilai,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan kejadian ini, Dispar Siak mulai memberlakukan mekanisme ketat untuk pengunjung. Selain pemeriksaan, ke depan akan diberlakukan titip barang bawaan sebelum memasuki Istana sebagai antisipasi terjadi upaya penyelundupan benda bersejarah peninggalan Sultan Siak kembali, dikutip dari cakaplah. (Red)</p>
<p>Editor : kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
