<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu Kandung Arsip - DETAK24COM</title>
	<atom:link href="https://detak24.com/tag/ibu-kandung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detak24.com/tag/ibu-kandung/</link>
	<description>Cepat Lugas dan Akurat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2026 16:50:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detak24.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-logo-detak24-32x32.jpg</url>
	<title>Ibu Kandung Arsip - DETAK24COM</title>
	<link>https://detak24.com/tag/ibu-kandung/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Idap Skizofrenia, Polisi Bunuh Ibu Kandung di Sungai Apit Siak Mantan Pasien RSJ</title>
		<link>https://detak24.com/idap-skizofrenia-polisi-bunuh-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak-mantan-pasien-rsj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 16:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Gila]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kandung]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[RSJ]]></category>
		<category><![CDATA[Skizofrenia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=76667</guid>

					<description><![CDATA[SIAK, detak24com – Riwayat gangguan kejiwaan Brigadir WP, anggota polisi yang membunuh ibu kandung di Sungai Apit, Siak terungkap. Tersangka diketahui memiliki riwayat skizofrenia dan terakhir menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa (RSJ) pada Oktober 2025. Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr Parluhutan Sitindaon, mengatakan bahwa kondisi kejiwaan Brigadir WP masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIAK</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> – Riwayat gangguan kejiwaan Brigadir WP, anggota <a href="https://detak24.com/idap-skizofrenia-polisi-bunuh-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak-mantan-pasien-rsj/"><strong>polisi</strong></a> yang membunuh ibu kandung di Sungai Apit, Siak terungkap.</p>
<p>Tersangka diketahui memiliki riwayat <a href="https://detak24.com/idap-skizofrenia-polisi-bunuh-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak-mantan-pasien-rsj/"><strong>skizofrenia</strong></a> dan terakhir menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa (<a href="https://detak24.com/idap-skizofrenia-polisi-bunuh-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak-mantan-pasien-rsj/"><strong>RSJ</strong></a>) pada Oktober 2025.</p>
<p>Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr Parluhutan Sitindaon, mengatakan bahwa kondisi kejiwaan Brigadir WP masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Untuk itu, penyidik telah meminta pemeriksaan psikiatri forensik guna mendapatkan gambaran mengenai kondisi kejiwaan yang bersangkutan.</p>
<p>Menurut Parluhutan, penilaian kondisi kejiwaan tidak cukup dilakukan hanya melalui wawancara. Diperlukan observasi untuk melihat kondisi pasien secara lebih menyeluruh.</p>
<p>&#8220;Skizofrenia merupakan gangguan yang dapat memengaruhi proses berpikir, emosi, persepsi, dan keyakinan seseorang. Gejalanya dapat berupa waham (delusi), halusinasi, gangguan persepsi, hingga disorientasi dalam berpikir,&#8221; ujar Luhut, Rabu (28/10/26).</p>
<p>Berdasarkan informasi medis yang disampaikan Parluhutan, Brigadir WP telah memiliki riwayat pengobatan <a href="https://detak24.com/idap-skizofrenia-polisi-bunuh-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak-mantan-pasien-rsj/"><strong>skizofrenia</strong></a> sejak bertugas di lingkungan di Mabes Polri. Ia kemudian dipindah ke Bidang Dokkes Polda Riau sejak 2019.</p>
<p>Meski memiliki riwayat gangguan kejiwaan, Parluhutan menjelaskan, seseorang dengan kondisi tersebut tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari ketika kondisinya sedang baik. WP masih dapat menjalankan tugas piket dan melakukan aktivitas rutin.</p>
<p>Parluhutan mengatakan, faktor yang dapat memicu kekambuhan gangguan kejiwaan bersifat multifaktor. Di antaranya tekanan psikologis dan sosial, gangguan tidur, serta masalah metabolik.</p>
<p>&#8220;Namun, untuk mengetahui kondisi yang dialami (WP), diperlukan penilaian lebih lanjut oleh psikiater,&#8221; tutur Parluhutan.</p>
<p>Karena itu, lanjut Parluhutan, riwayat <a href="https://detak24.com/idap-skizofrenia-polisi-bunuh-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak-mantan-pasien-rsj/"><strong>skizofrenia</strong></a> tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi kejiwaan Brigadir WP saat peristiwa pembunuhan terjadi.</p>
<p>Parluhutan menyebutkan, penentuan kondisi kejiwaan yang berkaitan dengan proses hukum tidak bisa dilakukan secara sepihak.</p>
<p>Penilaiannya harus mengikuti prosedur yang berlaku dan mempertimbangkan hasil pemeriksaan serta proses hukum selanjutnya.</p>
<p>Sementara itu, mengenai temuan pada tubuh korban, Parluhutan menyebut terdapat luka di sisi kiri leher yang disebut sebagai luka tangkis.</p>
<p>&#8220;Namun, rincian hasil autopsi berada dalam kewenangan penyidik sehingga perlu dikonfirmasi kepada pihak yang menangani perkara,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sebelumnya korban Farida Hanum (64), ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Jalan Gajah Mada, RT 03 RW 07, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.</p>
<p>Kondisi korban mengenaskan. Tubuh korban dalam posisi telungkup di atas kasur di ruang televisi. Ceceran darah terlihat di sekitar tubuh dan pakaian korban.</p>
<p>Tindakan WP terungkap setelah gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan warga. &#8220;Sekitar pukul 06.30 WIB, WP keluar rumah dan sempat mengatakan kepada saksi Afrina Ramayana Daulay bahwa ibunya “tidur dengan nyaman”,&#8221; jelas Kosmos.</p>
<p>Setelah mengucapkan kalimat tersebut, WP pergi meninggalkan lokasi. Ia kemudian mendatangi tetangganya untuk meminta uang tunai dan mengantarkannya ke kawasan Pasar Sungai Apit dengan tergesa-gesa.</p>
<p>Polisi selanjutnya menelusuri keberadaan WP. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas menerima informasi dari seorang sopir travel yang mengetahui keberadaan WP di sekitar Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, dan menangkapnya.</p>
<p>Dalam penanganan perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu bilah pisau bergagang hijau yang berbercak darah, satu pisau lipat yang juga berbercak darah.</p>
<p>Polisi juga mengamankan satu tas ransel hitam, satu tas tangan merek Aidebam, satu gelang emas, dan sepasang anting emas milik korban.</p>
<p>Brigadir WP telah ditahan di Mapolda Riau. Selain ancam pidana 20 tahun penjara, yang bersangkutan juga menghadapi proses pemeriksaan etik kepolisian, seperti diwartakan cakaplah. (*)</p>
<p>Editor : kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Polisi Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Siak </title>
		<link>https://detak24.com/oknum-polisi-habisi-nyawa-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 13:10:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kandung]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=76645</guid>

					<description><![CDATA[SIAK, detak24com &#8211; Seorang pensiunan PNS bernama Farida Hanum (64), ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumahnya di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (27/10/26) pagi. Polisi pun menangkap anak kandung korban berinisial WP (37), anggota Polri yang bertugas di Biddokkes Polda Riau, untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIAK, <a href="http://www.detak24.com">detak24com</a> &#8211; </strong>Seorang pensiunan <a href="https://detak24.com/oknum-polisi-habisi-nyawa-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak/"><strong>PNS</strong></a> bernama Farida Hanum (64), ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumahnya di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (27/10/26) pagi.</p>
<p><a href="https://detak24.com/oknum-polisi-habisi-nyawa-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak/"><strong>Polisi</strong></a> pun menangkap anak kandung korban berinisial WP (37), anggota <a href="https://detak24.com/oknum-polisi-habisi-nyawa-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak/"><strong>Polri</strong></a> yang bertugas di Biddokkes <a href="https://detak24.com/oknum-polisi-habisi-nyawa-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak/"><strong>Polda Riau</strong></a>, untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, melalui Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan bahwa peristiwa itu terungkap setelah gerak-gerik WP menimbulkan kecurigaan warga.</p>
<p>&#8220;Sekitar pukul 06.30 WIB pagi, WP keluar rumah dan sempat mengatakan kepada saksi Afrina Ramayana Daulay bahwa ibunya “tidur dengan nyaman”,&#8221; jelas Kosmos.</p>
<p>Setelah mengucapkan kalimat tersebut, WP pergi meninggalkan lokasi. Oknum <a href="https://detak24.com/oknum-polisi-habisi-nyawa-ibu-kandung-di-sungai-apit-siak/"><strong>polisi</strong></a> itu kemudian mendatangi tetangganya untuk meminta uang tunai. Ia juga meminta warga mengantarkannya ke kawasan Pasar Sungai Apit dengan tergesa-gesa.</p>
<p>Merasa curiga, saksi bersama warga memeriksa kondisi rumah korban. Pintu rumah diketahui tidak terkunci.</p>
<p>&#8220;Saat masuk, mereka menemukan Farida dalam posisi telungkup dan tidak bernyawa di atas kasur di ruang televisi. Ceceran darah terlihat di sekitar tubuh dan pakaian korban,&#8221; jelas Kasat.</p>
<p>Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Sungai Apit. Personel kepolisian bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.</p>
<p>Polisi selanjutnya menelusuri keberadaan WP. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas menerima informasi dari seorang sopir travel yang mengetahui keberadaan WP di sekitar Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit.</p>
<p>&#8220;Petugas kemudian menangkap WP dan membawanya ke Mapolsek Sungai Apit,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam penanganan perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu bilah pisau bergagang hijau yang berbercak darah, satu pisau lipat yang juga berbercak darah, satu tas ransel hitam, satu tas tangan merek Aidebam, satu gelang emas, dan sepasang anting emas milik korban.</p>
<p>Polisi telah melakukan olah TKP, mengautopsi jenazah korban, serta mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;WP telah diamankan dan dikirim ke Biddokkes untuk menjalani observasi kejiwaan. Berdasarkan informasi yang tersedia, WP juga disebut sedang dalam perawatan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kasus tersebut masih ditangani Polres Siak bersama Polsek Sungai Apit. Dalam perkara ini, WP disangkakan melanggar Pasal 458 ayat (2) KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.</p>
<p>Sebelumnya, Farida ditemukan tewas di atas kasur di rumahnya Jalan Gajah Mada, RT 03 RW 07, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa sekitar pukul 06.00 WIB</p>
<p>Kondisi korban mengenaskan. Tubuh dan kepala korban bersimbah darah akibat bacokan benda tajam, seperti diwartakan cakaplah. (*)</p>
<p>Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RUGI Tak Baca! Begini Kejadian Sebenarnya Ibu Kandung Cekik Balita Sampai Tewas di Kampar, Sesuai Pengakuan Tersangka</title>
		<link>https://detak24.com/rugi-tak-baca-begini-kejadian-sebenarnya-ibu-kandung-cekik-balita-sampai-tewas-di-kampar-sesuai-pengakuan-tersangka/</link>
					<comments>https://detak24.com/rugi-tak-baca-begini-kejadian-sebenarnya-ibu-kandung-cekik-balita-sampai-tewas-di-kampar-sesuai-pengakuan-tersangka/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Mar 2023 16:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Cekik Balitanya]]></category>
		<category><![CDATA[Detak Kampar]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sampai Tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=26122</guid>

					<description><![CDATA[KAMPAR, detak24com &#8211; Aparat kepolisian resmi menggelar press release kasus ibu kandung cekik balitanya sampai tewas di Kampar, Kamis (30/3/23). Diketahui sebelumnya telah viral terkait pemberitaan mengenai ibu kandung cekik balitanya sampai tewas di Kampar. Tepatnya di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, pada Ahad (26/3/23) lalu. Kapolres Kampar, AKBP Didik Priyo Sambodo SIK melalui Kapolsek Kampar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><span style="letter-spacing: -0.02em;"><strong>KAMPAR</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Aparat kepolisian resmi menggelar press release kasus <a href="https://detak24.com/rugi-tak-baca-begini-kejadian-sebenarnya-ibu-kandung-cekik-balita-sampai-tewas-di-kampar-sesuai-pengakuan-tersangka/"><strong>ibu kandung cekik balitanya sampai tewas di Kampar</strong></a>, </span><span style="letter-spacing: -0.02em;">Kamis (30/3/23).</span></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Diketahui sebelumnya telah viral terkait pemberitaan mengenai <a href="https://detak24.com/rugi-tak-baca-begini-kejadian-sebenarnya-ibu-kandung-cekik-balita-sampai-tewas-di-kampar-sesuai-pengakuan-tersangka/"><strong>ibu kandung cekik balitanya sampai tewas di Kampar</strong></a>. Tepatnya di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, pada Ahad (26/3/23) lalu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kapolres Kampar, AKBP Didik Priyo Sambodo SIK melalui Kapolsek Kampar AKP Marupa Sibarani SH MH didampingi Kasi Humas Polres Kampar Ipda David Gusmanto menjelaskan kronologis kejadiannya, pada hari Minggu tanggal 26 Maret 2023, sekira pukul 00.00 WIB mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada anak yang meninggal secara tidak wajar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Berdasarkan informasi tersebut, selanjutnya unit Reskrim dari Polsek Kampar langsung turun ke TKP untuk mengecek kebenaran dari informasi tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Setelah sampai di TKP, ditemukan seorang anak yang berusia 3,5 tahun sudah dalam keadaan terbujur kaku di ruang tamu rumah korban. Setelah melihat hal tersebut, kemudian tim melakukan serangkaian penyelidikan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"> Ditemukan ada beberapa hal yang janggal terhadap korban. Atas kejanggalan yang ditemukan dalam penyelidikan, kemudian dilakukan Otopsi di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk memastikan penyebab kematian dari anak tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detak24.com/rugi-tak-baca-begini-kejadian-sebenarnya-ibu-kandung-cekik-balita-sampai-tewas-di-kampar-sesuai-pengakuan-tersangka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>18</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
