DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Tragedi Kanjuruhan, Korban Tewas Karena Sesak Napas

JAKARTA, detak24.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan Liga 1 Indonesia musim 2022-2023 selama satu pekan setelah kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (01/10/22).

“Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan). Ini dilakukan untuk menghormati semua pihak, sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,” kata Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu dini hari (2/10/2022).

LIB menyatakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Selain itu, beberapa fasilitas di stadion berkapasitas 46.000 penonton tersebut juga rusak parah.

“Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” kata Akhmad.

Kericuhan itu bermula saat ribuan suporter Arema FC, Aremania merangsek masuk lapangan setelah tim kesayangannya kalah 2-3 dari Persebaya. Polisi kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan yang membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernapas.

Para pendukung yang bertumbangan membuat kepanikan di area stadion. Jumlah suporter yang membutuhkan bantuan medis tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan. Banyak suporter yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion.

Supporter Persebaya, Bonek, dilarang hadir di stadion karena terlibat kericuhan saat Perseba kalah melawan Rans FC, Kamis (9/9) lalu. Otomatis, stadion hanya dipenuhi oleh Aremania. Pasca menelan Kekalahan dari Persebaya, Arema ja dikabarkan mengamuk.

Ribuan Aremania lalu merangsek masuk ke dalam lapangan pasca peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiupkan. Kericuhan pun tak terelakkan. Dua mobil polisi hancur karena menjadi target amukan massa. Sementara ratusan suporter tengah dirawat akibat luka-luka.

Korban tersebut berasal dari Aremania dan petugas kepolisian yang tengah bertugas. 34 orang tewas saat di stadion, sisanya setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas menjalani sesak napas dan terjadi penumpukan sehingga terinjak-injak karena panik akibat tembakan gas air mata.

“Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion,” paparnya.

Dari sanalah akhirnya para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan, hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit di Kota Malang.(JPNN/okz/cakaplah)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

12 thoughts on “Tragedi Kanjuruhan, Korban Tewas Karena Sesak Napas

  1. Ping-balik: discounts
  2. Ping-balik: ET
  3. Ping-balik: Lucky neko
  4. Ping-balik: Flowserve pump
  5. Ping-balik: Debelov
  6. Ping-balik: lawyer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *