Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ternak Sapi di Inhu Terjangkit Wabah Skin Disease, Pertama di Indonesia

Ternak Sapi di Inhu Terjangkit Wabah Skin Disease, Pertama di Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24.com – Wabah lumpy skin disease (LSD) yang menjangkit ternak sapi di Indragiri Hulu (Inhu), Riau pertamakali ditemukan di Indonesia. Peternak diimbau membatasi lalu lintas ternak, agar wabah tersebut tidak berkembang ke daerah lain.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah menyampaikan, siap mengerahkan sumber daya untuk menangani penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi yang telah ditemukan di Provinsi Riau.

Lumpy Skin disease (LSD) pada sapi telah ditemukan di Indonesia yaitu di Provinsi Riau. Sebelumnya juga terjadi di beberapa negara di Asia termasuk di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja.

“Kasus LSD di Inhu ini yang pertama terjadi di Indonesia. Untuk penanganan LSD di Riau, kita akan kerahkan dokter hewan dan paramedik staf Kementan di Riau untuk membantu melakukan vaksinasi,” kata Dirjen PKH Kementan, Nasrullah di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Ia sebutkan bahwa Kementan telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan masuknya penyakit ini ke Indonesia. “Upaya-upaya kewaspadaan tersebut telah dilakukan sejak penyakit ini masuk ke Asia Tenggara sejak tahun 2019”, jelasnya.

Lebih lanjut, Nasrullah meminta kepada semua peternak dan juga dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan, baik di kabupaten maupun provinsi agar melakukan pembatasan lalu lintas ternak untuk pencegahan penyebarluasan penyakit LSD ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Nuryani Zainuddin, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan telah mengeluarkan Surat Edaran kewaspadaan penyakit LSD kepada para pemangku kepentingan di seluruh Indonesia sebanyak 4 kali sejak itu.

“Kita gencarkan juga sosialisasi tentang LSD melalui berbagai media serta webinar berseri tentang kesiapsiagaan terhadap LSD pada tahun 2021,” tutur Nuryani.

Upaya peningkatan kewaspadaan tersebut, menurut Nuryani membuat petugas di lapang dapat mendeteksi secara cepat kejadian LSD, melaporkan dan menanganinya.

“Sistem kita telah berhasil mendeteksi dengan cepat, hal ini didukung dengan sistem pelaporan real-time iSIKHNAS dan kemampuan laboratorium kesehatan hewan yang baik, sehingga penyakit dapat dikonfirmasi dengan segera,” tambahnya.

Ia katakan, sesuai arahan Bapak Mentan SYL, Timnya akan gerak cepat segera melakukan berbagai langkah pengamanan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari LSD ini.

“Strategi utama adalah vaksinasi, namun ini harus didukung dengan deteksi dini dan penelurusan kasus, pengendalian lalu lintas, pengendalian vektor, serta komunikasi, informasi dan edukasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nuryani menyampaikan, penanganan LSD ini akan menantang, karena selain dapat disebarkan oleh lalu lintas sapi tertular dan produknya yang mengandung virus, LSD dapat juga ditularkan melalui perantara mekanik seperti gigitan serangga.

Ia kembali menegaskan bahwa LSD tidak menular dan tidak berbahaya bagi manusia. Ia menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik dan terus mendukung berbagai upaya penanganan yang akan dilakukan oleh pemerintah.

“Kita telah siapkan sumberdaya yang cukup untuk penanganan LSD ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau telah menurunkan tim dokter hewan menindaklanjuti adanya laporan 18 ekor sapi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau terkena penyakit langka.

“Kita sudah menurunkan tim kesehatan hewan turun ke Inhu untuk memeriksa 18 ekor sapi di Inhu yang terkena wabah,” kata Kepala Dinas PKH Provinsi Riau, Herman, Senin (14/2/2022)

Dikatakan Herman, selain diperiksa, tim juga mengambil sampel darah sapi yang terkena penyakit tersebut. Kemudian, sampel darah itu dikirim ke Balai Penelitian Hewan Bukittinggi dan Bogor.

“Jadi ada dua sampel yang kita ambil. Diduga sementara sapi itu terkena penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Wabah ini belum ada di Indonesia sampai saat ini, karena LSD ini penyakit langkah, dan dulu pernah ditemukan di Malaysia,” terangnya.

Selain mengirim sampel, tambah Herman, pihaknya juga sudah melaporkan temuan dugaan penyakit langkah itu ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian di Jakarta melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (SIKHNAS).

“Laporan kita sudah direspon oleh pusat, dan malam ini tim dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sampai ke Riau, dan langsung turun ke Inhu didampingi tim dokter hewan kita,” jelasnya.(riaulink/kar)

 

 

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KISRUH BUPATI MERANTI, Ini Kata Pemerhati Ekonomi Dosen Unri

    KISRUH BUPATI MERANTI, Ini Kata Pemerhati Ekonomi Dosen Unri

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    MERANTI, detak24.com – Perseteruan antara Gubernur Riau Syamsuar dan Bupati Meranti ternyata tidak berpengaruh terhadap perekonomian kedua belah pihak.  “Iya, mana ada pengaruhnya. Karena anggaran Provinsi itukan dibagi berdasarkan proporsi dan kewenangan Provinsi. Misalnya lebih kecil di Meranti, bisa saja lebih kecil karena jalan provinsi di Meranti kan tidak ada, kalau tempat lain banyak, bisa […]

  • NENEK TUA di Medang Kampai Hidup dari Belas Kasihan Tetangga – Tak Pernah Dibantu Pemerintah

    NENEK TUA di Medang Kampai Hidup dari Belas Kasihan Tetangga – Tak Pernah Dibantu Pemerintah

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    DUMAI, detak24.com – Miris nasib dialami Arbiyah (67), nenek tua lagi cacat dan miskin di Medangkampai. Ia terpaksa mengandalkan belas kasih tetangga untuk menyambung hidup. Padahal, program pengentasan kemiskinan dari pemerintah sangat banyak. Hal itu terungkap dalam kunjungan tim Polsek Medangkampai yang akhir-akhir ini gencar melancarkan Bakti Sosial Polisi Humanis, Senin (05/12/22). Nenek tua yang […]

  • PEDAGANG Ikan Pasar Bundaran Tolak Pindah ke Kelakaptujuh, Endra: Kalau Rugi Siapa Tanggungjawab?

    PEDAGANG Ikan Pasar Bundaran Tolak Pindah ke Kelakaptujuh, Endra: Kalau Rugi Siapa Tanggungjawab?

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    DUMAI, detak24com – Sudah memasuki hari ke sepuluh pasca Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023, tampaknya belum ada tanda tanda Pasar Kelakap Tujuh Kota Dumai ini akan dioperasikan. Seperti kutipan pernyataan Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Hermanto, menyebutkan bahwa Pasar Kelakap Tujuh ini akan dioperasikan sesudah lebaran Idul Fitri, tampaknya cuma isapan jempol semata. “Saat […]

  • DPP Golkar Mentahkan Paket Syamsuar-Wardan, Ini Tanggapan Pengamat Politik!

    DPP Golkar Mentahkan Paket Syamsuar-Wardan, Ini Tanggapan Pengamat Politik!

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pengamat politik Umri, Aidil Haris mengatakan bahwa terdapat beberapa kelemahan jika Golkar tetap memaksakan paket Syamsuar-Wardan di Pilgubri 2024. Untuk diketahui, sebelumnya Golkar Riau mengusulkan nama Syamsuar-Wardan untuk maju pada Pilgubri 2024 mendatang. Namun setelahnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengeluarkan surat untuk pengurus Golkar seluruh Indonesia salah satunya di Riau, […]

  • Polres Pelalawan Bekuk Pengedar Sabu Hampir Satu Kilo di Pangkalan Kerinci 

    Polres Pelalawan Bekuk Pengedar Sabu Hampir Satu Kilo di Pangkalan Kerinci 

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com Satresnarkoba Polres Pelalawan membekuk seorang pengedar berinisial WD alias Wisnu di Pangkalan Kerinci. Polisi berhasil menyita sabu 989,95 kilo dari tersangka Informasi dirangkum, Rabu (25/06/25), penangkapan tersebut pada Sabtu, 21 Juni lalu. Pelaku berencana mengedarkan sabu di Pangkalan Kerinci, namun keburu ditangkap polisi. Dari tangan tersangka, polisi menyita 10 bungkus sabu yang dibungkus plastik […]

  • Pasca OTT Gubri Wahid, KPK Segel Ruang Kadis PUPR-PKPP Riau 

    Pasca OTT Gubri Wahid, KPK Segel Ruang Kadis PUPR-PKPP Riau 

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, di Jalan SM Amin Pekanbaru disegel KPK. Tak hanya ruang kerja kepala dinas, ruang rapat Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau yang berada di depan ruang kerja juga turut ditempel segel komisi anti rasuah itu. Penyegelan tersebut pasca KPK […]

expand_less