<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OMC Arsip - DETAK24COM</title>
	<atom:link href="https://detak24.com/tag/omc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detak24.com/tag/omc/</link>
	<description>Cepat Lugas dan Akurat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Jul 2025 11:13:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detak24.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-logo-detak24-32x32.jpg</url>
	<title>OMC Arsip - DETAK24COM</title>
	<link>https://detak24.com/tag/omc/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Riau Diguyur Hujan di Tengah Musim Kemarau, Ini Sebabnya Kata BMKG!</title>
		<link>https://detak24.com/riau-diguyur-hujan-di-tengah-musim-kemarau-ini-sebabnya-kata-bmkg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 11:13:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Riau]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=64166</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU, detak24com &#8211; Masyarakat sedikit bernafas lega karena berkurangnya kabut asap. Wilayah Provinsi Riau diguyur tipis hujan secara merata, Jumat (25/07/25) Kepala BMKG Pekanbaru, Irwansyah Nasution mengatakan bahwa hujan yang terjadi hari ini ada pengaruh dari unsur Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari BNPB. &#8220;Iya, hujan terjadi ada dari unsur OMC,&#8221; katanya, Jumat (25/07/25) petang. Sementara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU<a href="http://www.detak24.com">, detak24com</a></strong> &#8211; Masyarakat sedikit bernafas lega karena berkurangnya kabut asap. Wilayah Provinsi Riau diguyur tipis hujan secara merata, Jumat (25/07/25)</p>
<p>Kepala BMKG Pekanbaru, Irwansyah Nasution mengatakan bahwa hujan yang terjadi hari ini ada pengaruh dari unsur Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari BNPB.</p>
<p>&#8220;Iya, hujan terjadi ada dari unsur OMC,&#8221; katanya, Jumat (25/07/25) petang.</p>
<p>Sementara itu, titik panas di Riau juga menurun. Dari semula pagi hingga siang di 156 titik, per sore ini menurun menjadi 52 titik. &#8220;Titik api terpantau menurun drastis sore ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diketahui, penanganan karhutla di Provinsi Riau menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Mlai dari Menko, Menteri, BNPB hingga jajaran pemerintah daerah sedang berjibaku  memadamkan api, dikutip dari cakaplah. (Red)</p>
<p>Editor : Kar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Karhutla, Hujan Buatan Tahap Dua Selama 10 Hari di Riau</title>
		<link>https://detak24.com/cegah-karhutla-hujan-buatan-tahap-dua-selama-10-hari-di-riau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jul 2024 09:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Riau]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=48238</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU, detak24com &#8211; Operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk pencegahan dan mitigasi karhutla, kembali dilakukan selama 10 hari di Riau. Sebelumnya OMC juga telah dilakukan di Riau. Dengan begitu, hujan buatan yang dilaksanakan selama 10 hari yakni 20-29 Juli 2024 merupakan tahap kedua dilaksanakan di Riau.  &#8220;Iya, kita telah menerima surat pemberitahuan pelaksanaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>PEKANBARU</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Operasi modifikasi cuaca (<a href="https://detak24.com/cegah-karhutla-hujan-buatan-tahap-dua-selama-10-hari-di-riau/"><strong>OMC</strong></a>) atau <a href="https://detak24.com/cegah-karhutla-hujan-buatan-tahap-dua-selama-10-hari-di-riau/"><strong>hujan buatan</strong></a> untuk pencegahan dan mitigasi karhutla, kembali dilakukan selama 10 hari di Riau.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Sebelumnya OMC juga telah dilakukan di Riau. Dengan begitu, <a href="https://detak24.com/cegah-karhutla-hujan-buatan-tahap-dua-selama-10-hari-di-riau/"><strong>hujan buatan y</strong></a>ang dilaksanakan selama 10 hari yakni 20-29 Juli 2024 merupakan tahap kedua dilaksanakan di Riau. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Iya, kita telah menerima surat pemberitahuan pelaksanaan OMC dari BMKG,&#8221; kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) <a href="https://detak24.com/cegah-karhutla-hujan-buatan-tahap-dua-selama-10-hari-di-riau/"><strong>BPBD</strong></a> Riau, M Edy Afrizal, Ahad (21/07/24). </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Edy menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan karena hasil prakiraan dan analisis cuaca dari BMKG yang disampaikan dalam rapat koordinasi untuk antisipasi bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), yang dipimpin oleh Menko Polhukam pada 3 Juni 2024 menyatakan bahwa pada bulan Juli hingga September 2024 diprakirakan akan terjadi kekeringan di wilayah rawan Karhutla Riau. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Tak hanya Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Selatan. Menindaklanjuti hal itu, kemudian dilakukan rapat yang dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 4 Juni 2024 untuk menetapkan jadwal OMC,&#8221; terangnya. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Untuk Provinsi <a href="https://detak24.com/cegah-karhutla-hujan-buatan-tahap-dua-selama-10-hari-di-riau/"><strong>Riau</strong></a>, OMC untuk pencegahan dan mitigasi karhutla tahap dua akan dilaksanakan selama 10 hari. Dimulai tanggal 20-29 Juli 2024 dengan posko di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru,&#8221; tukasnya, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Editor : Kar</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><em><strong>Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di</strong> </em><a href="http://www.detak24.com"><strong>https://detak24.com</strong></a></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebanyak 18 Ton Garam Ditebar di Langit, Begini Dampak Hujan Buatan di Riau</title>
		<link>https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 09:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[garam]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=47581</guid>

					<description><![CDATA[PEKANBARU, detak24com &#8211; Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan BMKG Riau selesai pada Rabu (03/07/24) lalu. Sebanyak 18 ton garam ditebar di langit. Operasi yang dimulai sejak 14 Juni 2024 ini melibatkan berbagai instansi seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), TNI AU, BPBD Riau, dan PT RAPP. Budi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>PEKANBARU</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Operasi Modifikasi Cuaca (<a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>OMC</strong></a>) yang dilaksanakan <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>BMKG</strong></a> Riau selesai pada Rabu (03/07/24) lalu. Sebanyak 18 ton <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>garam</strong></a> ditebar di langit.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Operasi yang dimulai sejak 14 Juni 2024 ini melibatkan berbagai instansi seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (<a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>KLHK</strong></a>), Badan Restorasi Gambut dan <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>Mangrove</strong></a> (BRGM), TNI AU, BPBD Riau, dan PT RAPP.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Budi Harsoyo, perwakilan Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, menyatakan bahwa <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>OMC</strong></a> merupakan langkah preventif untuk mitigasi bencana karhutla. </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">“Melalui modifikasi cuaca, pembasahan lahan gambut diharapkan mampu menjaga kelembapan lahan, agar mengurangi risiko terjadinya Karhutla,” ujarnya, dirilis Sabtu (06/07/24).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Budi menjelaskan, selama 20 hari operasi, <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>BMKG</strong></a> mencatat peningkatan tinggi muka air tanah (TMAT) di area gambut Riau. Kenaikan TMAT di beberapa stasiun observasi menunjukkan kisaran 4 cm hingga 28 cm, mengindikasikan bahwa hujan hasil intervensi OMC berkontribusi pada pembasahan lahan gambut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumatera-KLHK, menambahkan bahwa <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>OMC</strong></a> ideal dilakukan pada musim transisi untuk mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;OMC di Riau berkontribusi signifikan terhadap pencegahan dan pengendalian karhutla,” katanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Selain <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>OMC</strong></a>, Jim Gafur, Kabid Kedaruratan BPBD Riau, menyatakan bahwa berbagai upaya pencegahan karhutla terus dilakukan pihaknya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">“Kami selalu menyiapkan heli water bombing untuk patroli udara dan pemadaman langsung jika ada kebakaran,” jelasnya dikutip dari MC.Riau.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Diketahui, <a href="https://detak24.com/sebanyak-18-ton-garam-ditebar-di-langit-begini-dampak-hujan-buatan-di-riau/"><strong>OMC</strong></a> di Riau didukung oleh satu unit pesawat Casa 212-400 A-2116 dari Skadron 4 TNI AU. Selama 20 hari operasi, total 18.400 kg garam disemai di awan dalam 23 sorti penerbangan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana karhutla. (Rls)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><em><strong>Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di</strong> </em><a href="http://www.detak24.com"><strong>https://detak24.com</strong></a></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Editor : Kar</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
