<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lobster Arsip - DETAK24COM</title>
	<atom:link href="https://detak24.com/tag/lobster/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detak24.com/tag/lobster/</link>
	<description>Cepat Lugas dan Akurat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Aug 2024 08:55:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://detak24.com/wp-content/uploads/2026/06/cropped-logo-detak24-32x32.jpg</url>
	<title>lobster Arsip - DETAK24COM</title>
	<link>https://detak24.com/tag/lobster/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Korupsi Benih Lobster Rp 4,8 T, Nelayan Desak KPK Tangkap Menteri Trenggono </title>
		<link>https://detak24.com/korupsi-benih-lobster-rp-48-t-nelayan-desak-kpk-tangkap-menteri-trenggono/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 08:55:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[# benih lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=50916</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, detak24com &#8211; Sejumlah aktivis dari Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) desak KPK tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Trenggono diduga terlibat kasus korupsi ekspor benih bening Lobster (BBL) ilegal berkedok budidaya senilai Rp 4,8 triliun. Desakan itu disampaikan sekitar 20 orang dari ANLI saat berunjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>JAKARTA</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Sejumlah aktivis dari Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) desak KPK tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Trenggono diduga terlibat kasus korupsi ekspor benih bening Lobster (BBL) ilegal berkedok budidaya senilai Rp 4,8 triliun.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Desakan itu disampaikan sekitar 20 orang dari ANLI saat berunjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (30/08/24) petang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Koordinator lapangan, Amar Souwakil S mengatakan, pihaknya mendukung KPK menindak dugaan kerugian keuangan negara sekitar Rp 4,8 triliun dari jumlah kuota tangkap BBL yang berkisar 493 juta ekor benih.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Tangkap Menteri KP. Tangkap seluruh perusahaan yang monopoli ekspor BBL berkedok budi daya,&#8221; kata Amar dalam orasinya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Anwar menjelaskan, dugaan ekspor BBL berkedok budi daya itu terjadi akibat adanya Peraturan Menteri KP nomor 7/2024 yang melegalkan ekspor BBL dan menimbulkan pasar gelap.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;KPK harus segera memanggil Menteri KKP dan pimpinan perusahaan ekspor ilegal. Dugaannya, terbit Permen yang melanggar proses. Sudah ada niat jahat untuk monopoli dan korupsi. Ada bukti Permen hanya untungkan segelintir orang dan merugikan nelayan dan pembudi daya,&#8221; pungkas Anwar dikutip detak24com dari rmol. (*)</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Editor : Kar </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>POLISI Tangkap Penyelundup Ratusan Ribu Bayi Lobster di Kuala Enok Inhil</title>
		<link>https://detak24.com/polisi-tangkap-penyelundup-ratusan-ribu-bayi-lobster-di-kuala-enok-inhil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2024 15:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Detak Inhil]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelundupan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Inhil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detak24.com/?p=46424</guid>

					<description><![CDATA[INHIL, detak24com &#8211; Satpolair Polres Inhil gagalkan penyelundupan ratusan ribu bayi lobster di perairan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Ahad (02/06/24) dinihari. Dalam pengungkapan, pihak Kepolisian mengamankan 1 unit Speedboat 40pk yang dinahkodai Lani (31) warga Tembilahan, yang membawa 20 kotak stereofoam berisi sekitar 102.820 ekor bayi lobster. Upaya penyelundupan bayi lobster di sekitar Perairan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>INHIL</strong>, <a href="http://www.detak24.com"><strong>detak24com</strong></a> &#8211; Satpolair Polres Inhil gagalkan penyelundupan ratusan ribu bayi lobster di perairan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Ahad (02/06/24) dinihari.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Dalam pengungkapan, pihak Kepolisian mengamankan 1 unit Speedboat 40pk yang dinahkodai Lani (31) warga Tembilahan, yang membawa 20 kotak stereofoam berisi sekitar 102.820 ekor bayi lobster.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Upaya penyelundupan bayi lobster di sekitar Perairan pesisir Kabupaten Inhil, diketahui Polres Inhil dari informasi masyarakat, pada Sabtu (01/06/24) lalu. Operasi pun dilakukan, dengan dipimipin Wakapolres Kompol Indra Lukman Prabowo, Kabag Ops Kompol Rizki Hidayat dan Kasat Polairud AKP Ridwan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Ada informasi penyelundupan bayi lobster dari perairan Kabupaten Inhil yang akan di bawa ke luar negeri,&#8221; kata Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui Wakapolres Kompol Indra menjelaskan kronologi penangkapan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Kabag Ops Polres Inhil memerintahkan Kasat Polairud AKP Ridwan untuk menyiapkan tim lidik dan sarana prasarana pendukung lainnya. Seperti kesiapan kapal dan persenjataan lengkap.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;Kami menemukan speedboat yang mencurigakan pada pukul 00.02 WIB di perairan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah. Setelah diperiksa kami mendapati 20 kotak stereofoam yang berisi bayi lobster. Menurut penuturan nahkoda barang ini akan dibawa keluar negeri,&#8221; jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Ia menyebut masing masing kotak stereofoam berisi kurang lebih 5000 bayi lobster. Dengan harga ditaksir kurang lebih 20 miliar rupiah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">&#8220;BB dan tersangkanya telah diamankan di Mako Satpolairud Polres Inhil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&#8221; tegasnya. (&#8220;)</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Reporter : Dion </span></p>
<p><span style="font-size: 12pt;">Editor : Kar</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di  <a href="https://detak24.com/?amp=1">https://detak24.com</a></em></strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
