Bahaya! Tower SUTT Dumai Rubuh-44.546 KK Mati Listrik, Besi Disikat Maling
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
- print Cetak

Pencuri besi tower SUTT PLN Dumai ditangkap. F :. IST
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dumai, detak24.com – Ulah pencuri besi tua menyebabkan tower SUTT PLN di Dumai tumbang. Sehingga, 44.546 rumah mati listrik. Dua orang malingnya berhasil ditangkap polisi.
Satreskrim Polres Dumai menangkap dua tersangka kasus pencurian besi tower Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT 150 KV section Dumai – Bagansiapiapi milik PLN.
Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi menjelaskan terungkap kasus pencurian besi tower PLN tersebut, setelah pihak kepolisian Polres Dumai melakukan penyelidikan dan menemukan kedua tersangka.
“Kedua tersangka nekat mencuri menggunakan gergaji dan dijual ke penadah sebanyak 87 Kg, dengan harga Rp3.000 per kilogram,” kata Nurhadi dalam keterangan pers, Kamis (21/07/22).
Menurut Kapolres Dumai, kejadian tersebut terungkap dari laporan PLN, bahwa tower SUTT 150 KV rubuh. Hal itu dikarenakan besinya telah hilang dicuri pada Sabtu tanggal 16 Juli 2022 sekitar pukul 10.30 WIB.
Aksi pencurian besi penyangga tower SUTT 150 KV, sangat membahayakan. Pasalnya, listrik yang dialirkan ini untuk menyuplai kebutuhan area Kabupaten Rokanhilir dan sekitarnya.
“Tersangka akan kami tindak, agar perbuatannya yang telah merugikan orang banyak tidak akan ditiru kembali,” katanya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Dumai, Hendra Manurung menjelaskan, aksi pencurian besi tersebut telah menyebabkan rubuhnya tower 41 SUTT 150 kV section Dumai – Bagansiapiapi.
Sehingga, kondisi itu menyebabkan 44.546 pelanggan Kabupaten Rokanhilir mengalami pemadaman. Adapun total kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp2 miliar.
“Kami mengucapkan terimakasih jajaran Polres Dumai atas keberhasilan meringkus pencuri tower yang menyebabkan kerugian banyak orang. Ke depannya kami akan terus bersinergi dengan kepolisian dalam mengamankan objek vital negara,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan saat ini 100 persen penyaluran energi listrik ke pelanggan kembali normal. Hal ini berkah kerja cepat tim PLN mendirikan tower darurat, sebagai pengganti tower 41 SUTT 150 kV Dumai-Bagan Siapiapi yang rubuh.
“Tower darurat yang dipasang bisa difungsikan untuk mengalirkan listrik ke sub sistem kelistrikan Provinsi Riau,” kata Hendra.
Menurut Hendra, dengan selesainya pembangunan tower darurat ini maka pasokan listrik dari Sistem Interkoneksi Sumatera ke Sub Sistem Provinsi Riau kembali normal dan tidak ada lagi kekurangan daya di Kabupaten Rokan Hilir.
“Kami berhasil menyelesaikan pengerjaan tower darurat ini dalam waktu 10 jam. Ini berarti 15 Megawatt (MW) pasokan listrik untuk warga Rokanhilir bisa seluruhnya terpenuhi,” pungkasnya.(riaulink)
Penulis : Zulkarnain
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com













